Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 16 November 2017 | 06:00 WIB
  • Batasi Penggunaan Lipstik dalam Sehari, Ini Sebabnya

  • Oleh
    • Anisa Widiarini,
    • Adinda Permatasari
Batasi Penggunaan Lipstik dalam Sehari, Ini Sebabnya
Photo :
  • Pixabay/Foundry
Bibir wanita

VIVA – Banyak yang memiliki kebiasaan menjilat bibir, saat bibir kering atau bahkan saat bibir lembap dengan lipstik. Seringkali lipstik yang terjilat lidah ini bisa termakan. Apalagi jika Anda selalu memulasi kembali bibir yang sudah mulai pudar warna lipstiknya.

Tapi, tahukah Anda bila menjilat atau memakan lipstik bisa meracuni diri Anda. Penyebabnya adalah logam beracun yang ada dalam lipstik. Dilansir dari laman Times of India, ternyata lipstik mengandung banyak logam seperti kadmium dan aluminium, keduanya bisa menjadi racun bila bersentuhan dengan asam dan cairan lambung.

Meski banyak penelitian dan institusi berwenang telah menspesifikasikan bahwa logam yang ada dalam lipstik tidak berbahaya, tapi sudah ada laporan sah yang mengklaim bahwa memulas ulang terus menerus lipstik sepanjang hari bisa membuat kita mengonsumsi racun sedikit demi sedikit.

Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan di Environmental Health Perspective, Dr Katharine Hammond menyatakan bahwa jika anak-anak sudah mulai memakan lipstik, artinya kadar logam yang tinggi telah masuk ke dalam tubuh yang relatif lebih kecil. Jadi, hal ini harus dikhawatirkan.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa alumunium dan logam lainnya yang ada dalam lipstik lebih tinggi konsentrasinya dibandingkan timah, yang bisa sangat berbahaya bagi kita jika dikonsumsi dalam jumlah yang besar. Peneliti juga menyebutkan bahwa banyaknya logam yang dimakan seseorang sehari adalah 24 mg.

Karena itu, meskipun Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat, FDA, mengatakan bahwa kadar timah tidak perlu dikhawatirkan, namun akan menjadi hal yang mengerikan bila kita melihat seberapa sering kita menggunakan lipstik dalam sehari. Membatasi memulas ulang bibir menjadi satu atau dua kali sehari mungkin bisa membantu jika kita tidak ingin mengubahnya menjadi racun.