Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 27 November 2017 | 11:25 WIB
  • Awas, Sindrom Penyakit Jantung Saat Liburan

  • Oleh
    • Jujuk Ernawati,
    • Diza Liane Sahputri
Awas, Sindrom Penyakit Jantung Saat Liburan
Photo :
  • Pexels/Adam Kontor
Ilustrasi liburan/pantai.

VIVA – Banyak yang mengatakan bahwa waktu berlibur adalah momen menyenangkan. Tapi, terlalu asyik menikmati liburan ternyata bisa berdampak pada Holiday Heart Syndrome atau sindrom penyakit jantung saat berlibur.

Dilansir dari laman Reader's Digest, fenomena itu pertama kali diidentifikasi oleh Philip O. Ettinger, MD dalam American Heart Journal. Ia mendeskripsikan sindrom itu sebagai kondisi aritmia yang dipicu oleh kebiasaan minum minuman bersoda dan beralkohol serta makanan tinggi gula.

Dokter Ettinger telah melakukan observasi bahwa pasien aritmia di rumah sakit semakin meningkat saat momen libur panjang, mencakup akhir pekan atau liburan. Para pasien tersebut kemudian menunjukkan gejala yang mirip dengan kondisi aritmia.

Sama halnya dengan penelitian di tahun 2013, di mana sekelompok dokter dari Portugal melakukan survei selama 34 tahun dan menemukan kesimpulan bahwa alkohol menjadi pemicu utama dari kasus jantung aritimia. Sehingga, saat pasien menunjukkan gejala aritmia, peneliti tidak segan mengaitkannya dengan konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.

Menurut spesialis jantung, Niece Goldberg MD, tanda gejala dari sindrom tersebut sama seperti gejala yang dialami pada kondisi atrial fibrilasi, yang mencakup rasa nyeri tidak merata di dada atau sensasi detak jantung yang hilang. Selain itu, gejala lainnya mencakup sesak nafas dan detak jantung yang tidak normal.

"Untuk menghindari hal tersebut terjadi, tentunya harus melakukan olah raga rutin sebelumnya. Selain itu, konsumsi minuman manis dan beralkohol sebaiknya dibatasi sebanyak dua gelas per hari saat akhir pekan atau libur panjang," ujar Niece.