Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 29 November 2017 | 13:37 WIB
  • Penyebab Infective Endocarditis, Sakitnya Pak Bondan

  • Oleh
    • Lutfi Dwi Puji Astuti,
    • Diza Liane Sahputri
Penyebab Infective Endocarditis, Sakitnya Pak Bondan
Photo :
  • VIVAnews/Muhamad Solihin
Bondan Winarno di Kediamannya

VIVA – Kabar duka kembali datang dari dunia hiburan Tanah Air. Terkenal dengan slogan "maknyus", Bondan Winarno menghembuskan nafas terakhirnya, Rabu 29 November 2017. Disinyalir, kondisi infeksi di permukaan jantung atau infective endocardiatis (IE) menjadi penyebab kematiannya.

Dilansir dari laman E Medicine, IE didefinisikan sebagai infeksi pada permukaan endocardial pada jantung, yang mencakup satu atau dua bagian katup jantung yakni mural endocardium atau septal defect. Kondisi tersebut berdampak kerusakan pada jantung, yang memicu gagal jantung kongestif dan miokardial abses.

Dilansir heart.org, penyebab kondisi infeksi ini dipicu beberapa jenis bakteri seperti S aureus dan kelompok B streptococci. Bakteri tersebut masuk ke dalam darah dan menelusup ke dalam sel sel tubuh, untuk kemudian masuk ke sel jantung.

Kehadiran bakteri tersebut bisa dipicu beberapa hal seperti pemakaian sikat gigi yang memicu perdarahan pada gusi dan gigi. Bahkan, sebuah studi menemukan, mereka yang memiliki kesehatan gigi buruk sehingga memicu perdarahan gusi saat sikat gigi, berisiko mengembangkan bakteri di darahnya.

Menurut sebuah studi tahun 2009 di Amerika Serikat, insiden IE terjadi sebanyak 12,7 kasus per 100 ribu orang per tahun. Kasusnya berisiko lebih tinggi pada mereka yang berusia lanjut yakni di atas 50 tahun.

Bahkan, 50 persen dari kasusnya didominasi oleh mereka yang berusia lanjut. Pada pria, kasus ini juga 3 kali lebih rentan diidap dibandingkan pada kaum wanita.

Namun, semua kelompok usia memiliki risiko alami penyakit ini. Pada anak, adanya penyakit jantung bawaan juga meningkatkan risiko tinggi pada kasus IE. Sedangkan, pada orang dewasa, mereka yang pernah melakukan transplantasi atau bedah jantung, turut berisiko mengalami IE.

Kematian pada kondisi ini, berkaitan dengan meningkatnya usia yang disertai penyakit lain seperti gagal jantung kongestiv, komplikasi sistem saraf pusat, serta diabetes melitus. Namun, deteksi pada gejalanya sejak dini bisa meminimalisir keparahan kasusnya.

Gejala IE yang sangat khas mencakup demam tinggi, detak jantung cepat melebihi normal, berkeringat di malam hari, nyeri sendi, bengkak pada kaki, batuk sementara dan nyeri otot. Biasanya, ini bisa ditangani melalui antibiotik dosis tinggi melalui infus.