Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 4 Desember 2017 | 09:52 WIB
  • Cegah Stroke, Makan Keju Setiap Hari

  • Oleh
    • Jujuk Ernawati,
    • Adinda Permatasari
Cegah Stroke, Makan Keju Setiap Hari
Photo :
  • Pixabay
Keju.

VIVA – Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa dengan memakan seporsi kecil keju setiap hari bisa mengurangi peluang Anda mengalami penyakit jantung atau stroke.

Meski keju dikenal sebagai makanan yang tinggi lemak, tapi sebuah studi menyatakan bahwa orang yang memakan keju secara rutin benar-benar bisa menjadi orang yang lebih sehat.

Dalam penelitian yang dipublikasikan di European Journal of Nutrition, para peneliti di Universitas Soochow, China, mengevaluasi 15 penelitian sebelumnya dari Eropa dan Amerika Serikat yang merekam pola makan dan dampak sehatnya pada lebih dari 200 ribu orang.

Dari hal itu, para peneliti menemukan bahwa orang yang makan rutin keju, dengan jumlah porsi sebesar kotak korek api rata-rata setiap hari, memiliki kemungkinan 14 persen lebih kecil mengalami penyakit jantung koroner, dan peluang mereka mengalami stroke menurun 10 persen.

Karena para peneliti tidak benar-benar menguji perubahan pola diet dari partisipan, maka temuannya bisa menjadi hasil dari orang-orang yang lebih sehat kemungkinan besar mengonsumsi lebih banyak keju.

Bisa juga berarti mereka lebih kaya dan mampu makan lebih banyak keju atau karena pola makan mereka, sebut salah satu studi Inggris yang memasukkan dalam analisis mereka yang mengikuti para vegetarian yang kemungkinan memiliki pola makan yang meliputi mengonsumsi banyak sayuran begitu juga keju.

Tapi nampak dari temuan ini bahwa mengonsumsi lebih banyak keju tidak secara jelas berkaitan dengan risiko yang lebih tinggi terkena penyakit jantung, seperti yang dikatakan studi lainnya awal tahun ini oleh para peneliti dari Universitas Reading.

Sementara penelitian China, seperti dikutip laman Independent menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi keju 40 gram sehari memiliki risiko paling rendah, dan mengatakan bahwa keju menaikkan kadar yang disebut dengan kolesterol baik, sementara secara berkelanjutan juga mengurangi kadar kolesterol jahat.

Meski mengandung kadar lemak jenuh yang tinggi, para peneliti menambahkan bahwa kalsium dalam makanan tersebut membuat kadar lemak lebih sedikit yang benar-benar diserap tubuh. Demikian pula, keju juga diduga mengandung asam yang bisa membantu mencegah penyumbatan pembuluh darah.

"Keju mengandung asam lemak jenuh tapi juga mengandung nutrisi bermanfaat yang potensial," tulis para peneliti.

Namun demikian, para peneliti menambahkan, masih belum jelas seberapa lama pengaruh konsumsi terhadap perkembangan penyakit kardiovaskular.