Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 5 Desember 2017 | 16:14 WIB
  • Miris, 220 Ibu Rumah Tangga Indonesia Tertular HIV/AIDS

  • Oleh
    • Tasya Paramitha,
    • Aji YK Putra (Palembang)
Miris, 220 Ibu Rumah Tangga Indonesia Tertular HIV/AIDS
Photo :
  • REUTERS/Soe Zeya Tun
Ilustrasi HIV/AIDS.

VIVA – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat, sebanyak 220 Ibu Rumah Tangga (IRT) di Tanah Air terkena penyakit HIV/AIDS hingga saat ini. Tingginya angka IRT yang terkena penyakit tersebut, dikarenakan tertular dari pasangan sendiri.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dari Kemenkes RI, M Subuh mencontohkan mudahnya IRT tertular HIV/AIDS dikarenakan suami mereka sering berhubungan dengan wanita lain tanpa menggunakan alat kontrasepsi.

"Istrinya tidak tahu kalau suaminya nakal di luar. Saat berhubungan di rumah, IRT baru tertular," ujar Subuh, Selasa, 5 Desember 2017.

Para IRT sendiri, kata Subuh, diminta waspada untuk penyebaran penyakit HIV/AIDS, terutama kepada pasangan mereka. Jika ada IRT yang tertular, diminta untuk segera melapor kepada dinas kesehatan kabupaten kota masing-masing sehingga penanganan cepat tertangani.

"Jangan menutup diri jika tertular, tetapi cepat melapor dan akan kita tangani," ujarnya.

Dari 220 IRT yang terkena HIV/AIDS, 78 persen tertular dari hubungan seks. Sementara, sisanya tertular melalui jarum suntik dan pemakaian narkoba.

Di tahun 2017 sekitar 7,5 juta orang di Indonesia telah diperiksa HIV/AIDS. Kemenkes RI menargetkan sebanyak 10 juta orang akan diperiksa tahun 2018 dan sebanyak 20 juta orang di tahun 2020.

“Kita berupaya untuk pencegahan penyakit HIV/AIDS sehingga dapat dengan cepat dilakukan pengobatan," jelas Subuh.

Kemenkes juga telah menyiapkan sebanyak 300 ribu obat untuk Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) secara gratis. Obat tersebut di distribusikan kepada setiap Dinas Kesehatan Provinsi masing-masing daerah.

“Obatnya memang disalurkan terbatas dan tidak banyak. Karena kami takut expired. Obat ini hanya ada di Dinas Kesehatan secara gratis, tidak dijual di pasaran dengan bebas," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin mengungkapkan, seluruh instansi akan dilibatkan untuk mengecek para seluruh warga dan melakukan sosialisasi pencegahan HIV/AIDS.

"Nanti saya turun langsung untuk sosialisasi agar masyarakat di Sumsel hidup sehat, sehingga Sumsel mampu menjadi percontohan provinsi lainnya," kata Alex.

  • Peneliti Temukan 'Kondom Anti-HIV'
    Peneliti Temukan 'Kondom Anti-HIV'