Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 6 Desember 2017 | 11:50 WIB
  • 5 Cara Lupakan Orang yang Masih Disayang

  • Oleh
    • Alika Noor
5 Cara Lupakan Orang yang Masih Disayang
Photo :
  • Pixabay
Ilustrasi patah hati

VIVA – Ditinggal pas lagi sayang-sayangnya tentu menjadi pengalaman yang sangat tidak nyaman. Luka mendalam yang ditimbulkannya, kerap menjadi penghambat untuk melangkah ke masa depan. Pada kasus yang lebih ekstrem, beberapa orang bahkan melakukan tindakan nekat dengan menghilangkan nyawa.

Luka akibat kandasnya sebuah hubungan terkait dengan kondisi psikologis. Kemampuan masing-masing orang untuk bertahan pun beda-beda. Ada yang bisa cepat move on, ada pula yang memerlukan waktu lama. Tapi setiap orang bisa bersekutu dengan waktu sebagai obat terbaik untuk memulihkan hati. Seiring dengan itu, perlu melakukan beberapa tindakan yang membantu percepatan proses penyembuhan 'luka'.

Seperti beberapa tips yang dilansir dari Psychology Today, Rabu, 6 Desember 2017, berikut ini.

1. Putus kontak

Ada sebuah ungkapan 'jika tidak bisa lagi dirawat, buang saja'. Dalam perjalanan merawat hubungan, jika memang sudah tidak ada lagi kesepakatan untuk tetap bersama, tinggalkan.

Memang, beberapa orang dapat secara dewasa mengalihkan hubungan asmara menjadi persahabatan. Dengan catatan, persahabatan itu terjadi ketika kedua pihak dapat sama-sama peduli dan memberikan dukungan satu sama lain. Jika poin ini tidak terpenuhi, Anda perlu tegas dan yakin untuk undur diri dari kehidupannya. Ini adalah cara bagi harga diri Anda tetap tegak.

2. Berdamai dengan masa lalu

Segala sesuatu terjadi karena alasan. Termasuk kandasnya hubungan Anda. Ketika awal putus, dan Anda merespons dengan amarah, itu adalah sesuatu yang normal dan alami. Justru amarah itu memfasilitasi proses pemisahan atau transisi dari hubungan yang tidak sehat. Namun, sifatnya hanya sementara.

Anda perlu segera menetralisasi suasana hati, kemudian berdamai dengan pengalaman buruk yang terjadi di masa lalu. Anggaplah itu sebagai bekal bagi kebijaksaan hidup Anda di masa depan. Percayalah, ketika Anda berhasil memeluk rasa sakit dengan elegan, Anda akan menjadi pribadi yang semakin bersinar.

3. Berhenti berangan-angan

Tak sedikit orang yang baru putus, masih terbuai dengan angan-angan. Misalnya, 'mungkin saja suatu saat masih bisa jadian lagi', atau 'lihat saja dia pasti akan kembali lagi padaku!'. Well, memang tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Tapi, daripada Anda menghabiskan waktu untuk memikirkan hal yang belum tentu terjadi, alangkah jauh lebih baik jika fokus pada pengembangan diri Anda.

4. Cinta tak pernah salah

Tak masalah jika Anda tetap memutuskan untuk mencintainya. Namun, bukan berarti memaksa untuk terus bersama. Pada dasarnya, ketika cinta hadir dan membuka pintu bagi orang lain untuk masuk pada kehidupan Anda, itu adalah anugerah. Bagaimana pun, bagian dari kedewasaan adalah mengakui bahwa cinta itu sakral.

Namun, demi tegak dan langgengnya sebuah hubungan, perlu banyak faktor yang membangun. Misalnya, waktu, izin orang tua, pilihan masa depan, dan lainnya. Biarkan cinta Anda tumbuh dalam bentuk yang lain, sosoknya tetap bertahan dalam ingatan, dan Anda mengambil pelajaran dari pengalaman bersamanya.

5. Lebih, lebih, lebih, cintai diri Anda

Bagi beberapa orang, ini adalah bagian tersulit. Dialog batin kerap dipenuhi keraguan dan habis-habisan mengkritik diri sendiri pasca kegagalan hubungan. Tapi maafkanlah diri Anda. Siapa lagi yang akan memperlakukan diri Anda dengan sangat baik, jika bukan Anda sendiri?

Menyalahkan diri sendiri dengan celaan adalah pemborosan energi yang hanya menimbulkan emosi negatif, serta menunda proses penyembuhan. Sebagai gantinya, pilih untuk mengubah rasa sakit menjadi keuntungan.

Setiap hubungan bisa mengajari kita sesuatu dan memberi kita kejelasan lebih besar tentang apa yang kita butuhkan agar bahagia. Mengakui peran Anda dalam membangun hubungan itu juga menjadi bagian penting dari proses belajar.