Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 7 Desember 2017 | 15:29 WIB
  • Hati-hati, Gejala Difteri Mirip Infeksi Amandel

  • Oleh
    • Lutfi Dwi Puji Astuti
Hati-hati, Gejala Difteri Mirip Infeksi Amandel
Photo :
  • ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Peringatan Hari Kesehatan Mulut Sedunia

VIVA – Difteri di Indonesia dinyatakan dalam status Kejadian Luar Biasa (KLB). Diketahui di Bekasi, sepanjang Januari hingga Desember 2017 tercatat sebanyak 12 orang positif terkena Difteri. Rata-rata yang terjangkit adalah anak-anak.

Sebagian besar orangtua pun mulai waspada, dan mencari tahu bagaimana gejala dari difteri. Seringkali amandel pun memiliki gejala mirip dengan difteri. Namun, ada hal-hal yang berbeda yang harus diwaspadai jika terdapat gejala lebih spesifik.

"Dari sisi infeksi sama seperti amandel, tapi difteri bisa menyebabnkan sumbatan jalan nafas," kata dr Syahrial MD, Sp.T.H.T-K.L (K) saat tampil di acara Ayo Hidup Sehat di TvOne, Kamis, 7 Desember 2017.

Syahrial pun menjelaskan untuk membedakan antara amandel dan difteri, biasanya pada amandel, tonsil, yang mengalami infeksi mengalami detritus atau bintik bintik kecil. Sementara kalau difteri, warna bintik-bintik kecil akan terlihat agak keabu-abuan.

"Jika difteri, putih-putihnya membentuk seperti selaput di bagian batang tenggorok atau uvula (sepotong kecil jaringan lunak yang dapat dilihat menjuntai turun dari langit-langit lunak di bagian belakang lidah)."

Biasanya, saat memeriksa pasien dengan masalah difteri, dokter akan melihat kondisi putih-putih yang ada di sekitar rongga mulut. "Saat dilihat oleh dokter dan jika dilepaskan mudah berdarah, biasanya diambil dan diteliti."

Putih-putih ini pun lanjut Syahrial bisa memenuhi semua rongga mulut, sehingga penderita difteri bisa mengalami masalah kekurangan oksigen bahkan kematian karena sumbatan jalan napas. "Untuk itu harus ditangani segera."

Untuk anak-anak yang menderita difteri, Syahrial juga menjelaskan akan timbul demam disertai nyeri pada tenggorok dan pasti terlihat ada putih-putih di dalam rongga mulut. "Biasanya anak juga enggak mau makan, dan tanda lainnya biasanya khas ada pembesaran kelenjar getah bening di leher. Untuk itu, orangtua hati-hati kalau anak mengalami demam, nyeri tenggorok hebat dan ada benjolan di lehernya."
 
Ini artinya, infeksinya menyebar ke kelenjar getah bening di leher dan bisa timbul pembengkakan leher seperti leher kerbau.

Namun jangan khawatir, difteri sebenanrnya bisa dicegah dengan imunisasi. "Kalau imunisasinya lengkap, mungkin masih bisa diselamatkan."

Spesialis anak dr. Lucy Amelia, SpA pun menambahkan, gejala khas lain pada penderita difteri khususnya anak-anak adalah, demam yang diderita tidak tinggi. "Kalau tinggi biasanya karena virus. Tapi pada difteri bisanya demam disertai nyeri tenggorokan, ingus tidak jernih,  dan saat tidur seringkali terdngar anak seperti mendengkur. Gejalanya memang mirip seperti flu."