Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 8 Desember 2017 | 15:29 WIB
  • Amankah Propolis untuk Penderita Tuberkulosis?

  • Oleh
    • Lutfi Dwi Puji Astuti
Amankah Propolis untuk Penderita Tuberkulosis?
Photo :
  • Dokumentasi IPB
Ilustrasi pasien TBC

VIVA – Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberkulosis. Gejala utama yang dialami biasanya adalah batuk selama dua minggu atau lebih, batuk disertai dengan gejala tambahan yaitu dahak, dahak bercampur darah, sesak nafas, badan lemas, nafsu makan menurun, berat badan menurun, malaise (mudah letih), berkeringat malam hari tanpa kegiatan fisik, dan demam lebih dari satu bulan.
 
Seseorang yang memiliki penyakit TB akan diberikan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) selama enam bulan saat menjalani pengobatan. Berdasarkan beberapa riset, pemberian OAT memberikan efek samping yakni dapat bersifat toksik dan merusak hati, dengan gejala yang kerap muncul seperti mual, muntah, dan  tidak nafsu makan. Hal tersebut tentu saja dapat menurunkan status gizi pasien.
 
Hal ini menarik tim peneliti dari Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia (Fema) Institut Pertanian Bogor (IPB), yakni Alberigo Prana Jaya dan Prof. Dr. Ahmad Sulaeman untuk melakukan riset terkait pengaruh pemberian propolis terhadap status gizi pasien tuberkulosis. Riset dari tim peneliti ini dilakukan di Kota Bogor bekerja sama dengan Puskesmas. Pasien yang dinyatakan positif terserang TB di Puskesmas diminta
persetujuan untuk mengikuti penelitian ini.
 
Alberigo memaparkan bahwa alasan menggunakan propolis karena mengandung zat antibakteri, imunomodulator, serta zat hepatoprotektif. Dengan adanya sifat hepatoprotektif, tim peneliti ini tertarik untuk meneliti adanya pengaruh dari pemberian propolis terhadap peningkatan nafsu makan, asupan zat gizi, berat badan dan akhirnya terhadap status  gizi pasien TB.
 
Lebih jauh ia juga menjelaskan bahwa intervensi propolis yang berasal dari spesies lebah Trigona spp ini diberikan sebagai pendamping obat selama menjalani pengobatan OAT. Penggunaannya bersama dengan obat anti TB tidak berlawanan bahkan bersifat sinergi sehingga dapat dijadikan tambahan obat yang lebih ramah dari obat anti TB.

“Propolis dapat membantu penyembuhan penyakit TB secara tidak langsung melalui perbaikan status gizi. Berdasarkan riset ini, propolis dapat meningkatkan asupan zat gizi pasien TB. Sehingga pemberian propolis dapat meningkatkan status gizi pasien TB  untuk membantu proses penyembuhan,” katanya dalam rilis yang diterima VIVA.