Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 8 Agustus 2017 | 17:08 WIB
  • Cerita Titiek Soeharto Makan Mie Lethek Favorit Obama

  • Oleh
    • Tasya Paramitha,
    • Daru Waskita (Yogyakarta)
Cerita Titiek Soeharto Makan Mie Lethek Favorit Obama
Photo :
  • VIVA.co.id/Daru Waskita
Titiek Soeharto (kanan) sedang menyantap mie lethek.

VIVA.co.id – Produksi mi lethek di Dusun Bendo, Desa Trimurti, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta kini namanya mendunia. Itu terjadi setelah mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama berkunjung ke Bantul dan bersantap siang mi lethek.

Pilihan Obama bersantap siang dengan mi lethek tanpa pengawet ini juga membuat penasaran Wakil Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi atau dikenal dengan sapaan Titiek Soeharto, untuk menyambangi pabrik mi yang masih menggunakan teknologi tradisional tersebut.

Titiek pun semakin dibuat terkejut karena di zaman penjajahan Belanda, pabrik mi lethek ini sempat menjadi tempat tinggal ayahnya, Soeharto saat melawan Belanda. "Dulu pabrik ini pernah ditempati Pak Harto saat peperangan enam jam di Yogya," kata Yasir Ferry, penerus usaha mi lethek kepada Titiek Soeharto di Yogyakarta, Selasa, 8 Agustus 2017.

Mendengar penjelasan dari Ferry, Titiek pun terkejut dan baru tahu ayahnya pernah singgah di pabrik mi lethek ini untuk memimpin perlawanan dengan Belanda. "Nah ini saya napak tilas perjalanan bapak saya. Saya baru tahu sekarang malahan," tuturnya.

Ferry menjelaskan, kedatangan Titiek ke pabrik mi lethek yang berdiri sejak tahun 1940-an ini sangat tepat. Selain napak tilas perjuangan ayahnya, ia juga berkesempatan melihat geliat ekonomi pabrik mi lethek yang jumlahnya hanya ada dua di Bantul. "Pabrik mi lethek ini juga bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Kakek saya orang Yaman, jadi saat Pak Harto bersembunyi di sini tidak dicurigai oleh Belanda," ujar Ferry.

Wisata minat khusus

Saat yang berkeliling pabrik mi lethek, Titiek pun mendapat inspirasi agar menjadikan tempat tersebut sebagai tujuan wisata minat khusus. Karena selain ada sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan yang juga bisa menjadi wisata edukasi.

"Kita kan banyak UMKM, banyak SMK dan Perguruan Tinggi. Tentunya ini menarik untuk dijadikan objek wisata minat khusus dan sarana belajar," terangnya.

Titiek mengaku saat berkunjung ke luar negeri, ia melihat banyak tempat produksi sebuah produk yang dijadikan objek wisata dan ramai dikunjungi setiap hari oleh wisatawan.

"Wisatawan dapat belajar membuat mi lethek namun juga bisa membeli oleh-oleh mi lethek yang berimbas pada peningkatan penjualan mi lethek," ujarnya. (mus)