Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 11 September 2017 | 17:47 WIB
  • Nasi Empal Khas Semarang yang Tak Lekang oleh Waktu

  • Oleh
    • Daurina Lestari,
    • Dwi Royanto (Semarang)
Nasi Empal Khas Semarang yang Tak Lekang oleh Waktu
Photo :
  • VIVA.co.id/Dwi Royanto
Nasi empal Semarang

VIVA.co.id – Anda pernah merasakan lezatnya nasi empal khas Semarang? Bagi yang pernah mencobanya kuliner tersebut dijamin akan ketagihan. Namun jarang yang tahu jika kuliner ini menjadi salah satu masakan legendaris di Kota Lumpia itu.

Ya, nasi empal dulunya pernah populer di era 1980-an. Seiring sejarahnya, nasi dengan rasa dominan bumbu rempah-rempah dengan daging potong, sayur buncis, dan kering tempe itu terus mengalami inovasi baru untuk semakin memanjakan lidah pecintanya.

Pada era kelahirannya, nasi empal dijual gelondongan kecil-kecil dalam wadah daun pisang. Biasanya, kuliner asli Semarang ini dijual di warung-warung kecil di pinggir jalan. Nama empal sendiri konon karena nasi itu seperti hasil kepalan tangan yang dibungkus lebih praktis.

Namun kini, inovasi nasi empal telah banyak mengalami perubahan. Tentunya dengan cita rasa yang masih mempertahankan resep lama. Seorang yang berinovasi mengembangkan nasi empal adalah Annne.

Anne memilih mengembangkan nasi empal dengan dua varian rasa melalui warung bernama? nasi empal spesial Yoe-Yoe. Dua varian rasa itu yakni empal

daging, dan telur orak-arik. Meski lebih variatif, namun ia tak meninggalkan sayur asli, yakni kering tempe, potongan buncis, serta sambal terasi yang jadi identitas makanan ini.

"Empal daging dan telor yang saya kembangkan punya cita rasa bumbunya meresap. Pelengkapnya telur godok, urap-urap ala Bali," ujar Anne kepada VIVA.co.id, Senin, 11 September 2017.

Rujukan Kuliner

Anne mengaku empal daging sendiri juga memiliki dua jenis daging, yakni ayam dan sapi. Ciri khas empal daging yang empuk pun tetap dijaga hingga kini. Kalau orang dulu membuat tekstur daging empal dengan direbus lama, kini empal daging lebih praktis dengan cara dipresto.

"Resepnya sama seperti orang tua dulu. Bumbu rempah-rempah dengan khas jahe juga kita pertahankan. Jadi khas manis gurih berpadu sama bumbu rempahya," katanya.

Anne sendiri mengaku memilih berjualan nasi empal karena menurutnya kuliner kuno Semarang tak pernah tergantikan. Sebagai kota yang memiliki perpaduan budaya Jawa, Eropa, China dan Arab, kota Semarang selalu menjadi rujukan kuliner.

"Agar lebih dikenal juga saya jualannya pre-order via online. Untuk empal daging ayam, dan telor Rp25 ribu, lalu empal sapi Rp30 ribu," katanya. (ren)