Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 12 September 2017 | 14:07 WIB
  • Pour Over, Kedai Kopi di Pelosok yang Diburu Wisatawan Asing

  • Oleh
    • Tasya Paramitha,
    • Daru Waskita (Yogyakarta)
Pour Over, Kedai Kopi di Pelosok yang Diburu Wisatawan Asing
Photo :
  • VIVA.co.id/Daru Waskita
Menikmati secangkir kopi do kedai kopi Pour Over di Yogyakarta.

VIVA.co.id – Kedai Pour Over ‘Coffee Indonesia’, merupakan salah satu kedai kopi yang menjadi referensi bagi pecinta kopi, ketika berkunjung ke Yogyakarta. Meski tempatnya sempat berpindah-pindah, namun para pecinta kopi tidak susah menemukan keberadaan kedai Pour Over yang kini berada di Dusun Karangjati, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Tak hanya pecinta kopi lokal, namun wisatawan mancanegara juga memburu keberadaan kedai kopi Pour Over yang kini berkolaborasi dengan Warung Tuwuh yang menyediakan makanan dan minuman tradisional.

"Saya sekarang justru dipasrahi pemilik kedai untuk juga menyajikan makanan dan minuman tradisional," kata Ahmad Sutami Putra, atau akrab dipanggil Adi, barista Pour Over kepada VIVA.co.id, Selasa 12 September 2017.

Adi mengakui, kedai Pour Over buka mulai dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB dengan konsumen dari mahasiswa hingga turis mancanegara.

"Meski tempat terpencil, namun karena sudah terverifikasi Google bisnis, sehingga tempat mudah dicari," ujarnya.

Saat libur panjang di luar negeri, maka banyak wisatawan asing yang datang ke Pour Over meski setiap harinya juga banyak konsumen yang datang untuk menikmati kopi sambil bersantai.

"Menikmati kopi sangat nikmat, ketika ada teman untuk mengobrol santai," tuturnya.

Kedai kopi Pour Over di Yogyakarta.

Pria asal Makassar ini mengatakan, cita rasa kopinya cukup berbeda dari kopi sachet.

Menurutnya, ada dua jenis kopi yang disajikan, yaitu kopi jenis robusta dan arabika. Kopi robusta cocok untuk dibuat kopi susu atau kopi hitam manis. Sedangkan kopi arabika lebih nikmat dikonsumsi tanpa gula, karena jika dengan gula akan menghilangkan rasa asli kopinya.

Meski proses pembuatan kopi cukup rumit, namun Adi mengaku hanya menjual satu gelas kopi susu seharga Rp10 ribu dan kopi hitam Rp8 ribu. (asp)