Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 8 Oktober 2017 | 16:38 WIB
  • Sate Pribumi, Resep Rahasia Keluarga Ayu Ting Ting

  • Oleh
    • Mohammad Arief Hidayat,
    • Zahrul Darmawan (Depok)
Sate Pribumi, Resep Rahasia Keluarga Ayu Ting Ting
Photo :
  • VIVA.co.id/Zahrul Darmawan
Pasangan suami-istri Toha dan Rukiyah, pemilik warung Sate Pribumi di Depok, Jawa Barat.

VIVA.co.id - Sebagian besar orang Depok tentulah mengenal Sate Pribumi. Kemasyshurannya lintas kalangan dari masyarakat biasa, pejabat, pengusaha, hingga selebritas.

Sate Pribumi bukanlah restoran tetapi sekadar warung sederhana di Jalan Kemakmuaran Raya, Sukmajaya Depok, Jawa Barat. Warung itu selalu ramai dikunjungi pelanggan tiap hingga sang pemilik kewalahan dan karenanya buka hanya sampai pukul tiga sore, tak lebih.

Warung Sate Pribumi sudah berdiri di kawasan itu sejak tahun 1980-an dan sudah lebih tiga puluh tahun setia melayani pelanggannya. Kali pertama dibuka kawasan itu masih sepi, jalanannya pun masih rusak dan belum diaspal.

Pasangan suami-istri Toha dan Rukiyah-lah yang berada di balik warung Sate Pribumi itu. Rukiyah, yang mula-mula menggagas warung itu, berterus terang memang ada resep rahasia warisan keluarganya. Bumbu yang jadi andalannya pun ia pelajari secara turun-temurun.

Saat ditemui VIVA.co.id, Rukiyah menyebut resep satenya sebenarnya alamiah saja, meski tak dijelaskan terperinci. Barangkali karena kealamiahan itulah satenya disukai banyak orang.

“Banyak pejabat yang datang, ada dari jenderal polisi juga sampai artis. Yang makan, sih, banyak yang; namanya warung, siapa saja. Kalau rasanya enak, dia pada balik lagi,” ujarnya.

Bibi Ayu Ting Ting

Selain bumbu rahasia, satu hal lagi yang membuat sate buatan Rukiyah jadi primadona ternyata terletak pada bahan dasarnya, yaitu daging kambing muda. Harganya memang sebanding dengan cita rasanya, Rp40.000 per porsi.

Sate Pribumi, Resep Rahasia Keluarga Ayu Tingi-ting

Usut punya usut, Rukiyah ternyata masih berkerabat dengan pesohor Ayu Ting Ting. Ia adalah kakak kandung Rozak, ayah Ayu. Orang Betawi biasa menyebut silsilah itu denagn sebutan ncang atau bibi. “Jadi, saya ini anak kesepuluh dari dua belas bersaudara. Nah, Rozak itu anak bontot,” katanya.

Cikal bakal nama Sate Pribumi, kata Rukiyah, diambil dari asal kelahirannya dan sang suami, yakni sama-sama orang pribumi Depok. Jadilah dinamai Sate Pribumi.

Seorang pelanggan mengaku, rasa Sate Pribumi memang berbeda dengan sate lain di Depok. “Rasanya pasti enak, gurih, dagingnya juga lebih empuk. Potongan dagingnya lumayan gede. Saya paling suka sate kambingnya, pakai bumbu kecap,” ujarnya. (ren)