Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 9 Oktober 2017 | 11:49 WIB
  • Kripik Ikan Telur Asin, Oleh-oleh Kekinian dari Semarang

  • Oleh
    • Jujuk Ernawati,
    • Dwi Royanto (Semarang)
Kripik Ikan Telur Asin, Oleh-oleh Kekinian dari Semarang
Photo :
  • VIVA.co.id/Dwi Royanto
Nung-Nung Keripik Kulit Ikan Telur Asin khas Semarang

VIVA.co.id – Berburu kuliner khas  Semarang memang tak ada habisnya. Selain lumpia, kudapan asli daerah Ibu Kota Jawa Tengah yang pas buat oleh-oleh juga terus bermunculan. Salah satunya keripik ikan dengan bumbu saus telur asin.

Dari namanya, keripik kulit ikan telur asin merupakan makanan ringan yang dikreasikan antara kulit ikan dengan saus telur asin. Memang panganan dengan saus telur asin sedang nge-hits di sejumlah daerah dan Semarang salah satunya.

Tapi jangan salah, keripik kulit ikan telur asin asli Semarang ini memiliki tekstur dan cita rasa berbeda. Selain rasanya yang supergurih, juga ciri khas saus telur asin yang kental.

Panganan ini dibuat oleh Hendriyansyah, warga Perumahan Dinar Asri, Tembalang. Hendri bahkan telah membuat merek sendiri untuk penganan ini dengan nama Nung-Nung Keripik Kulit Ikan Telur Asin.

Menurut Hendri, ide pembuatan berawal dari usahanya selama ini yang berjualan telur serta saus telur asin. Dari situ, dirinya mencoba mengkreasikan keripik ikan karena banyaknya bahan tersebut di kawasan pesisir pantai Semarang.

"Keripik kulit ikan selama ini banyak dijual di warung atau di angkringan. Nah, dari situ saya berpikir untuk mengkreasikan keripik kulit ikan dengan dibalur saus telor asin, " kata Hendri kepada VIVA.co.id, Senin, 9 Oktober 2017.

Khusus bahan kulit ikan yang dipakai, dia menjelaskan, memang harus ikan khusus, yakni ikan nila dan ikan kakap. Alasannya, dua jenis ikan itu terasa gurih saat digoreng. Lalu mencampur keripik dengan adonan saus telur asin.

Cara membuat keripik kulit ikan ini pun diakui Hendri cukup mudah. Kulit ikan digunting kecil-kecil ukuran tiga centimeter. Lalu bahan-bahan itu dijemur dahulu agar mendapatkan bentuk yang bagus.

"Setelah benar-benar kering, baru digoreng. Penjemuran ini menjadikan tekstur kulit ikan kering dan rasanya kriuk," ujar dia.

Sementara ia menggunakan kertas kantong cokelat yang dilapisi aluminium foil sebagai pembungkusnya. Cara itu untuk melindungi keripik agar tetap kriuk dan rasa asli ikannya tidak hilang.

Inovasi keripik ikan karya Hendri pun beragam. Ia sengaja membuat tiga rasa, yakni original, cheesy dan hot spicy. Ketiga rasa itu dipilih lantaran menjadi favorit.

Hasil olahan keripik Hendri kini menjadi primadona di Semarang. Apalagi kemasan makanan yang dibuat apik dan tahan lama. Harga yang ditawarkan semua rasa keripik ini per bungkus dengan berat 50 kilogram seharga Rp20 ribu.

"Untuk penjualan, kami masih mengandalkan reseller dan toko oleh oleh di Semarang. Selain itu, kita juga punya reseller di Bandung dan Surabaya, " ujarnya.