Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 11 Oktober 2017 | 12:41 WIB
  • Terungkap, Rahasia di Balik Bau Menyengat Buah Durian

  • Oleh
    • Lutfi Dwi Puji Astuti,
    • Bimo Aria
Terungkap, Rahasia di Balik Bau Menyengat Buah Durian
Photo :
  • VIVA.co.id/Linda Hasibuan
Buah durian.

VIVA.co.id – Aroma menyengat buah durian seringkali mengganggu. Namun bagi yang suka dengan rasa dan aromanya, hal ini tentu tak akan jadi masalah.

Mengenai aroma menyengat buah durian, para ilmuwan di Singapura mengatakan, mereka telah memetakan genom durian tersebut, yang dikenal di seluruh Asia Tenggara sebagai "raja buah-buahan" karena aroma, rasa dan penampilan unik buah berduri ini.

Mereka juga mengidentifikasi sekelompok gen yang bertanggung jawab menimbulkan aroma menyengat buah durian. Dan dijelaskan oleh para ilmuwan, bau yang ditimbulkan dari buah durian karena adanya senyawa bau yang disebut senyawa sulfur yang mudah menguap, dan menemukan bahwa gen ini menjadi sangat aktif saat buahnya matang, menyebabkan bau yang tidak biasa.

"Bau durian telah digambarkan sebagai campuran aroma belerang seperti bawang bombai, buah-buahan manis, dan bumbu sup gurih. Sementara komponen kunci dari bau durian adalah senyawa sulfur yang mudah menguap, atau VSC, ditandai baunya seperti telur busuk, bawang merah, belerang dan bawang merah goreng," kata ahli genetika Bin Tean Teh, wakil direktur Pusat Kanker Nasional Singapura, yang juga co-leader dari studi yang dipublikasikan di jurnal Nature Genetics dilansir laman Reuters.

Tidak seperti spesies tanaman lain yang biasanya memiliki satu atau dua salinan gen, spesies ini membuat empat eksemplar, menunjukkan bahwa produksi VSC (senyawa sulfur volatil) atau senyawa sulfur penghasil bau, seperti yang dikatakan oleh Teh.

Para periset mengatakan bahwa bau ini mungkin penting bagi durian di alam liar, membantu menarik hewan untuk memakannya dan menyebarkan bijinya.

Para ilmuwan mengurutkan genom berbagai durian Musang King, yang menemukannya memiliki sekitar 46.000 gen, hampir dua kali lipat jumlahnya dalam genom manusia.

"Sebagian besar dari kita di Singapura tahu durian karena memang banyak tumbuh pohon itu," kata ahli genetika Patrick Tan, seorang profesor di Duke-NUS Medical School di Singapura. "Namun, di dalam keluarga yang sama, ada individu yang menyukai rasanya, sementara yang lain berusaha untuk mentolerirnya, terutama selama musim durian. Bagi mereka yang belum pernah mencicipi durian sebelumnya, memang bisa menimbulkan emosi dan jijik."

Durian, bisa diolah menjadi berbagai hidangan, mulai dari hidangan es, dimasak, difermentasi atau sebagai bahan permen, makanan panggang dan makanan lainnya.

Para periset mengatakan setidaknya ada 30 spesies durian lainnya, beberapa dapat dimakan, beberapa tidak dapat dimakan, dan beberapa dengan ciri khas lainnya. Beberapa terancam punah.

Durian pun punya nilai ekonomi yang tinggi. Bahkan buah ini menjadi buah impor yang laris di pasaran.