Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 13 Oktober 2017 | 06:21 WIB
  • Kedai Ini Sajikan Kopi untuk Diet

  • Oleh
    • Rochimawati,
    • Daru Waskita (Yogyakarta)
Kedai Ini Sajikan Kopi untuk Diet
Photo :
Meracik kopi

VIVA.co.id – Mengonsumsi kopi bagi penderita penyakit tidak dianjurkan oleh dokter. Namun siapa sangka minuman yang kini semakin marak dijual di kedai kopi itu punya manfaat untuk menurunkan berat badan alias untuk diet yang terbilang cukup murah dan tidak sulit.

Bagas Wisnu, barista di Nyonthong Cafee  ini tak hanya menyajikan minuman kopi untuk sekadar memuaskan keinginan atau hobi namun juga bisa untuk diet.

"Pasti pada gak percaya kan kopi yang mengandung kafein bisa untuk diet," kata dia di Jalan Imogiri Barat Km 7.5, tepatnya di Dusun Semail, Desa Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, belum lama ini.

Karena banyak yang tak percaya Bagas mengaku mempraktikkan sendiri diet dengan kopi dan hasilnya bobot tubuh yang semula 85 kilogram selama empat hingga lima bulan turun 15 kilogram.

"Dulu saya gendut, malu difoto. Ini celana saya kedodoran saya pakai. Soalnya saat beli masih dengan bobot tubuh 85 kilogram," ujarnya.

Bagas menjelaskan dengan takaran kopi tertentu untuk diminum maka kafein dalam kopi tersebut mampu mendetoks garam yang ada di dalam tubuh sehingga racun-racun dalam tubuh akan keluar.

"Jenis kopinya bisa arabika atau robusta. Tapi untuk takaran rahasia ya," ujar pria yang milih berhenti dari tour leader dan menjadi barista ini.

Untuk minum kopi diet juga harus dijam tertentu dan dihindari minum kopi pada pukul 06.30 WIB hingga pukul 10.00 WIB, pukul 11.30 WIB hingga pukul 12.00 WIB dan malam hari dihindari minum kopi pada pukul 18.30 WIB hingga pukul 19.00 WIB.

"Kalau minum kopi pada pukul tersebut maka mengganggu proses metabolisme tubuh yang sedang mengeluarkan racun," katanya.

Pada bulan pertama diet, kata Bagas, baru dalam tahap detoks garam yang ada di dalam tubuh sehingga belum terlihat, namun setelah bulan ke dua hingga ke empat baru terasa tubuhnya akan lebih langsing.

"Tapi bisa saja dalam satu bulan terlihat penurunan berat tubuh namun dengan syarat sedikit mengonsumsi garam. Garam ini sebagai pengikat sehingga bisa membuat tubuh gemuk dan menjadi sarang penyakit," katanya.

Pemuda yang masih single ini juga mengaku, selain mengurangi makanan yang banyak mengandung garam, pola makan harus dijaga. Minimal mengurangi karbohidrat saat akan tidur yang bisa diganti dengan buah-buahan. "Makan mengandung karbohidrat boleh tapi enam jam sebelum tidur," kata dia.

Ditanya besaran biaya untuk diet kopi dan berapa banyak harus mengonsumsi kopi untuk diet, Bagas mengaku untuk tarif diet terendah Rp600 ribu per paket.

"Ya Rp600 ribu itu nantinya dibagi dengan harga kopinya saja. Kalau satu gelas kopi seharga Rp15 ribu maka tinggal membaginya. Namun konsumsi kopinya sehari hanya dua kali," ujarnya.