Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 14 Oktober 2017 | 13:43 WIB
  • Sensasi Nimatnya Menyeruput Kopi Khatulistiwa

  • Oleh
    • Jujuk Ernawati,
    • Dani (Bekasi)
Sensasi Nimatnya Menyeruput Kopi Khatulistiwa
Photo :
  • VIVA.co.id/Dani
Kopi Equator

VIVA.co.id – Kopi Equator, mungkin namanya masih asing di telinga beberapa pecinta kopi. Ya, kopi ini memang masih sulit dijumpai di pasaran.

Tanaman kopi ini berasal dari Gunung Talamau dan Baruah di Sumatera Barat itu tumbuh di bawah garis khatulistiwa. Karena itu, kopi ini dinamakan Equator yang berarti khatulistiwa.

“Kopi ini tumbuh di gunung yang berada tepat di garis lintang Khatulistiwa. Rasa dan aromanya berbeda dengan aroma kopi lain,” kata pemilik Saturdays Coffee Roaster, Muhammad Saturdaya di Pasar Kuliner Summarecon Bekasi.

Ada dua jenis varian rasa kopi, Manual Brew dan Cold Brew. Keduanya disajikan dengan cara berbeda, tergantung rasa yang disukai pembelinya.

“Kita pakai alat V60 untuk menyajikan Kopi Equator dari dua rasa,” katanya.

Cukup 10 menit untuk menunggu sajian kopi siap diseruput. Setelah jadi, pecinta kopi tak perlu menambah gula, karena Manual Brew memiliki rasa manis buah sawo. Kopi ini dimasak dengan suhu 90 derajat celcius.

Sementara itu, untuk Cold Brew, rasanya cukup segar dengan tambahan es batu. Rasa kopinya pun kental di lidah dan aroma kopi tak hilang meski bercampur es. Kopi ini cocok diseruput saat musim panas.

“Cold Brew ini memang diberikan campuran es. Tetapi, campuran itu tidak menghilangkan aroma kopi yang kental. Bagi pecinta manis, kami tambahkan gula aren khas Payakumbuh,” ujarnya.

Soal pasokan kopi, Saturdaya mengaku mengambilnya langsung dari petani di Sumatera Barat lantaran belum dijual di pasaran. Biasanya, dia beli 40 kilogram per bulan.

Dia mengaku, belum ada pasar yang melirik biji kopi Equator. Karena itu, selain meracik, Saturdaya juga ikut memasarkan biji kopi tersebut. (asp)