Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 16 Oktober 2017 | 17:19 WIB
  • Pelesir ke Madura, Kecewa Jika Tak Coba Nasi Bebeknya

  • Oleh
    • Jujuk Ernawati,
    • Nur Faishal (Surabaya)
Pelesir ke Madura, Kecewa Jika Tak Coba Nasi Bebeknya
Photo :
  • VIVA.co.id/Nur Faishal
Menu bebek di RM Bebek Sinjay, Madura

VIVA.co.id – Lelah empat jam perjalanan dari Kabupaten Sumenep menuju Kota Surabaya, seakan sirna kala sebuah rumah makan beratap hitam terlihat di kanan jalan dari jarak 100 meter di Jalan Raya Ketengan Kota Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Di bagian depan atap, papan besar bertuliskan, ‘Nasi Bebek Sinjay’ terpampang dan buru-buru kami parkir mobil. Bebek Sinjay sejak bertahun-tahun lalu tersiar ke telinga banyak orang, terutama di Jawa Timur tentang kelezatan menu bebak ini.

Menu itu lekat dengan Bangkalan. Karena itu, begitu VIVA-co.id dan beberapa teman diserang lapar, saat terjebak kemacetan hampir satu jam di jalur perbaikan jembatan di Kecamatan Blega, Bangkalan, Bebek Sinjay jadi opsi untuk dihampiri.

Kebetulan, kami punya rencana bernostalgia menyeberangi Selat Madura menuju Kota Surabaya dengan menumpangi kapal penyeberangan Kamal-Ujung. Penyeberangan ini dahulu jadi penyambung utama Pulau Jawa-Madura, sebelum Jembatan Surabaya-Madura atau Suramadu beroperasi. Nah, RM Bebek Sinjay berdiri di jalan raya menuju Dermaga Kamal.

Bebek Sinjay menyuguhkan menu utama yakni bebek goreng. Dari sisi penampilan, sebetulnya bebek di rumah makan ini tidak jauh beda dengan menu serupa di rumah makan lain. Di atas piring, bebek goreng ditata di pinggir semangkuk nasi putih. Tentu saja, koya goreng, daun kemangi, dan irisan mentimun juga ada.

Yang bikin beda, goreng bebek di RM Bebek Sinjay ialah pada dagingnya, empuk, tetapi tidak menghilangkan sisi kriuk-kriuknya. Aromanya juga khas. Bedanya lagi, terletak pada sambalnya. Rumah makan ini memiliki sambal yang khas, sambal pencit, sambal dengan bahan utama cabai rawit dan irisan mangga muda dengan bumbu tertentu.

“Sebetulnya sama dengan bebek goreng di tempat lain. Tetapi, rasanya memang beda. Mungkin juga ramai, karena nama Bebek Sinjay sudah terkenal,” kata seorang teman bernama Ujang kepada VIVA.co.id.

Bebek Sinjay adalah satu di antara sejumlah rumah makan bermenu utama bebek di sepanjang jalan dari pertigaan lampu merah Suramadu sisi Madura hingga Pertigaan Junok. Selain Sinjay, rumah makan menu utama bebek yang juga tak kalah terkenal ialah Bebek Songkem.

Bebek Songkem adalah masakan berbahan utama bebek yang dilumuri bumbu tertentu lalu dibungkus dengan daun pisang dan dimasak dengan cara dikukus. VIVA.co.id pernah mencicipi bebek macam itu. Rasanya juga tak kalah maknyus dari Bebek Sinjay.

Nah, karena banyaknya rumah makan bebek, mungkin tak salah jika Bangkalan bisa pula disebut ‘Kota Bebek’. Selamat mencoba! (asp)