Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 17 Oktober 2017 | 12:01 WIB
  • Kisah Sriracha, Saus dalam Lapisan Burger Millennial

  • Oleh
    • Anisa Widiarini,
    • Bimo Aria
Kisah Sriracha, Saus dalam Lapisan Burger Millennial
Photo :
  • youtube/@Steamy Kitcen
Saus Siracha

VIVA.co.id – Belakangan, hampir semua hal dikaitkan dengan millennial. Maka tak heran jika McDonald's mengeluarkan menu barunya yang dijuluki 'millennial burger', namun sayangnya burger ini justru memicu tanggapan sinis warganet, ada apa?

Awalnya perusahaan ini mulai menawarkan burger dan sandwich dengan saus Sriracha Big Mac dan kale musim panas ini, dua bahan yang dinilai sangat erat dengan kesan millennial.

Sriracha sendiri adalah sensasi pedas yang yang berasal dari Asia dengan merek Huy Fong. Namun orang Amerika membuat tiruannya yang dimodifikasi sesuai lidah Amerika, memiliki rasa khas Amerika Asia dan telah banyak ditiru dengan rasa pedas manis yang tidak terlalu kuat.

Merek ini dimulai pada tahun 1980 oleh seorang imigran Vietnam bernama David Tran. Nama itu sendiri berasal dari Si Racha, sebuah kota pesisir di Thailand yang terkenal dengan saus sambal merahnya.

Mereka mengalami sedikit kesuksesan sampai pertengahan tahun 2000an, ketika budaya hipster dan foodie meledak dan penggemar saus tersebut membantu pasar saus panas menjadi booming.

Sementara itu, Google Trends menunjukkan bahwa ketertarikan pada kale terus meningkat selama 10 tahun terakhir, meratakan lebih dari empat tahun terakhir ini.

Burger McDonalds baru saat ini hanya tersedia di Amerika sebagai bagian dari rangkaian sandwich Signature Crafted Menu dan harganya US$5 atau Rp70 ribu. Ini juga termasuk bayam, bersama dengan bawang bombai, keju cheddar putih, dan tomat.