Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 21 Oktober 2017 | 12:10 WIB
  • Makan Mi Mungil Khas Thailand di Jakarta, Cuma Rp8 Ribu

  • Oleh
    • Zahrotustianah,
    • Diza Liane Sahputri
Makan Mi Mungil Khas Thailand di Jakarta, Cuma Rp8 Ribu
Photo :
  • VIVA.co.id/Diza Liane
Boat Noodle, Mi Thailand

VIVA – Apa rasanya makan bermangkuk-mangkuk mi dengan kuah khas Thailand? Hanya seporsi kecil mi di restoran Boat Noodle ini, banyak pelanggan ketagihan.

Boat Noodle merupakan gaya makan khas dari Thailand. Gaya makan setumpuk mi ini dipopulerkan oleh para penjual mi di atas perahu kecil yang berjualan di Floating Market, Thailand. 

Porsi mangkuknya yang kecil, bertujuan agar pembeli tetap aman kala mengonsumsinya di atas perahu. Seiring berjalannya waktu, kini Boat Noodle juga ada di restoran pinggir jalan, namun tetap dengan mangkuk kecilnya.

Penasaran dengan rasa Boat Noodle ini? Anda bisa coba menu-menu berikut di Restoran Boat Noodle, Gandaria City, Jakarta.

1. Kuah dan mi yang khas

Cara memilih menu Boat Noodle dimulai dengan memilih satu di antara jenis mi, kuah, lalu topping yang diinginkan. Kuah pathumtani cenderung memiliki rasa asam yang segar, sedangkan kuah ayutthaya lebih kental dengan paduan rasa santan dan rempah yang nikmat.

"Kuahnya merupakan rebusan dari tulang ayam atau sapi dengan campuran bunga lawang, kayu manis, dan daun pandan serta perasan jeruk nipis. Total pembuatan supnya saja minimum 2 jam agar rasa kaldunya berasa," ujar Ervin Irawan, Area Manager Boat Noodle, dalam keterangannya kepada VIVA.co.id.

Jenis mi terdiri dari pilihan rice dan egg noodle. Keduanya memiliki tekstur dan rasa yang sama, hanya berbeda dalam ukuran mi saja. Sementara untuk topping, konsumen bebas memilih daging ayam atau sapi, di mana sudah termasuk satu bakso dan taburan potongan daging di atas mi.

"Untuk yang rice noodle, import nasi dari Thailand. Setiap porsi Boat Noodle juga termasuk potongan buncis. Konsumen yang ingin lebih menikmati kuahnya, bisa menambahkan saus ikan, vinegar, gula, dan bubuk cabai yang tersedia di meja," jelasnya.

Semangkuk Boat Noodle seharga Rp8.500. Para konsumen biasanya membeli hingga bermangkuk-mangkuk dengan ditemani makanan sampingan.

Makanan ala Thailand

2. Pilihan makanan sampingan

Favorit di sini, menurut Ervin, konsumen sering memilih ayam legend. Proses pembuatan ayam legend cukup panjang. Dengan campuran daun ketumbar, lada hitam, bawang putih, dan saus tiram, kemudian diaduk dan dibubuhkan pada ayam untuk dimarinasi selama 24 jam.

"Setelah seharian dibungkus dengan bumbu, bisa dibakar di oven selama 30 menit dan dipanggang 5 menit. Saus yang menemaninya adalah saus impor, rasanya khas seperti saus rujak," paparnya.

Nasi Ayam Thailand

3. Makanan utama

Selain boat noodle, juga terdapat pilihan makanan utama dari nasi. Kra-pow chicken rice yaitu nasi dengan daging ayam cincang dan Hulk smash green curry yaitu potongan dada ayam.

Sepiring menu utama nasi dan ayam ini diberikan topping telur setengah matang di atasnya. Harganya cukup terjangkau yakni Rp42 ribu per porsi.

Makanan ala Thailand

4. Makanan penutup

Sangkaya merupakan seporsi potongan roti empuk dengan saus manis berwarna hijau. Rotinya merupakan buatan khas dari Sriboga dan sausnya terdiri dari santan, susu, kuning telur, gula, dan pandan. Seporsi roti dan saus manis yang dikukus ini dihargai sebesar Rp 34 ribu.

Minuman ala Thailand

5. Minuman khas teh Thailand

Thailand memiliki rasa khas pada teh yang diproduksinya. Untuk itu, Boat Noodle menyediakan teh dari Thailand dengan empat variasi yang dinamakan minuman Chill Chill. Terdapat Cha Yen atau thai tea, Cha Keow Yen atau thai green tea, Kaffe Yen atau thai coffee, dan Cha Manao Yen atau thai lemon tea.

Chill Chill memiliki rasa teh Thailand yang khas serta gelasnya yang unik dan bisa dengan mudah untuk dibawa pulang. Seporsinya mulai dari Rp26 ribu hingga Rp33 ribu. (ase)