Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 24 Oktober 2017 | 15:44 WIB
  • Mengintip Proses Pembuatan Kemplang Panggang Khas Palembang

  • Oleh
    • Tasya Paramitha,
    • Aji YK Putra (Palembang)
Mengintip Proses Pembuatan Kemplang Panggang Khas Palembang
Photo :
  • VIVA.co.id/Aji YK Putra (Palembang)
Proses pembuatan kemplang,

VIVA – Kota Palembang di Sumatera Selatan memiliki banyak camilan yang sering diburu masyarakat dan wisatawan. Salah satu yang cukup populer adalah kemplang panggang. Kemplang sendiri merupakan makanan ringan jenis kerupuk.

Namun, perbedaannya adalah kerupuk ini tidak digoreng melainkan dipanggang menggunakan bara, ataupun digoreng memakai pasir. Selain itu, cara memakannya pun biasa diberi saus sambal.

VIVA.co.id berkesempatan mengunjungi salah satu tempat produksi kemplang panggang rumahan milik Agus (6) yang berada di Jalan Saptamarga, Kecamatan Kalidoni, Palembang.

Di sana, Agus membuat kemplang dengan cara tradisional. Bahan bakunya sendiri, mirip dengan pembuatan pempek. Tepung terigu, dicampur bersama ikan giling dan diadon menjadi satu. Setiap harinya, Agus menghabiskan 10 kilogram tepung terigu dan tiga kilogram ikan sarden.

Setelah kedua bahan tersebut diolah, selanjutnya dibuat pola bundar memakai stoples bekas dan dicetak membentuk lingkaran.

Adonan yang sudah dibentuk, dikukus menggunakan kuali dan andang buatan agus. Proses pengukusan pun hanya dilakukan selama 10 menit.

“Setelah dikukus, didinginkan dahulu. Biasanya kita produksi selalu malam hari," kata Agus, Selasa, 24 Oktober 2017.

Usai kemplang dikukus dan didinginkan, puluhan kemplang tersebut dijemur di atas terik matahari.

“Penjemuran tergantung cuaca, jika panas terus bisa sampai tiga hari. Tapi kalau hujan bisa satu pekan," ujar ayah dua anak ini.

Jika kemplang telah benar-benar kering, tahap terakhir pun bisa dilakukan, yakni dengan cara dipanggang di atas bara api selama kurang dari lima menit sampai mengembang.

Dalam satu plastik ukuran besar berisi 25 kemplang panggang, Agus membanderolnya seharga Rp15 ribu. Seluruh kemplang produksi agus ini pun dipesan oleh warung-warung kecil.

“Tiap hari 25 kantong lebih terjual. Memang banyak yang memesan, karena sudah jadi camilan warga tiap hari," ucap Agus. (ren)