Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 25 Oktober 2017 | 07:16 WIB
  • Terjerat Nikmatnya Mangut Lele Legendaris Bu Is

  • Oleh
    • Tasya Paramitha,
    • Daru Waskita (Yogyakarta)
Terjerat Nikmatnya Mangut Lele Legendaris Bu Is
Photo :
  • VIVA.co.id/Daru Waskita (Yogyakarta)
Mangut Lele Bu Is.

VIVA – Ikan lele umumnya diolah dengan cara digoreng menjadi pecel lele atau dibakar. Tapi tidak di Yogyakarta. Lele sering dimasak menjadi mangut lele, kuliner pedas yang mudah dijumpai di pasar tradisional dan di pinggir jalan.

Namun, salah satu yang paling ramai dan terkenal adalah Mangut Lele Bu Iswantoro yang sudah ada sejak tahun 1970-an.Warung Mangut Lele  Bu Is berlokasi di Jalan Imogiri Barat KM 12, Dusun Jetis, Desa Sumber Agung, Jetis atau tepatnya berada di utara lampu merah perempatan Jetis, Bantul.

Sesuai dengan namanya, mangut lele menjadi menu andalan dari warung makan ini. Sebelum dimasak menjadi mangut, lele digoreng terlebih dahulu dan diberi kuah santan yang cukup pedas.

Beberapa bumbu yang digunakan untuk memasak mangut adalah bawang putih dan merah, daun salam, laos, kencur, cabai, garam dan jahe.

Ari Astuti (45) menantu dari Iswantoro selaku pemilik warung Mangut Lele Bu Is, mengatakan bahwa kuliner mangut lele merupakan warisan dari ibu mertuanya sehingga bumbu dan cara pembuatannya tetap dipertahankan seperti aslinya.

“Dahulu ibu mertua saya yang jualan dan saya teruskan. Semua resep masakan seperti saat ibu saya dahulu masih aktif berjualan mangut lele,” ujarnya, Selasa, 24 Oktober 2017.

Astuti menjelaskan, pelanggan yang datang untuk bersantap mangut lele tidak hanya mendapatkan mangut lele dengan nasi, namun ada menu pendampingnya, berupa oseng-oseng lombok ijo, lalapan yang terdiri atas sayur-sayur segar, seperti daun pepaya dan bayam rebus, kecambah, kemangi, kecipir daun untas dan daun puyang.

“Untuk yang suka lebih pedas, kita juga menyiapkan sambal terasi yang memberi sensasi lain saat bersantap mangut lele,” kata Astuti.

Kelezatan mangut lele membuat warung makan yang buka dari pukul 8.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB tersebut selalu ramai didatangi pembeli, terutama pada saat makan siang.

“Biasanya cukup ramai saat makan siang atau menjelang sore. Ada yang santap di warung, namun ada juga yang dibawa pulang untuk santap di rumah,” ucapnya.

Saking lezatnya, mangut lele Bu Is tidak hanya dikenal masyarakat sekitar Yogyakarta, tetapi juga masyarakat luar daerah. Hal tersebut terbukti dari terpampangnya beberapa foto artis yang pernah mengunjungi Mangut Lele Bu Is, seperti Bondan Winarno dan Benu Bulo.

Dalam sehari, kata Astuti, warungnya dapat menjual kurang lebih 20 kilogram lele atau sekitar 200 porsi. Tidak hanya menyediakan mangut lele, di warung tersebut juga tersedia mangut bawal, ayam goreng dan beberapa menu lainya.

"Di sini juga ada tempe koro, dan ketela kluwo (dimasak dengan gula Jawa) yang juga menjadi favorit para pengunjung. Selain itu juga ada baceman tahu dan gembus," ujar Astuti.

Untuk harga, Anda tidak usah khawatir. Satu paket mangut lele komplit yang terdiri dari mangut lele, lalapan, daun pepaya dan bayam rebus, kecambah, kemangi, kecipir, daun untas, daun puyang dan sambal terasi dibanderol murah, yakni hanya Rp17 ribu.