Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 30 Oktober 2017 | 14:04 WIB
  • Kenapa Sih Wagyu Harganya Mahal?

  • Oleh
    • Tasya Paramitha,
    • Bimo Aria
Kenapa Sih Wagyu Harganya Mahal?
Photo :
  • Reuters
Ilustrasi daging sapi Jepang, atau juga dikenal Wagyu.

VIVA – Wagyu terkenal sebagai daging sapi yang sangat mahal karena memiliki tekstur yang empuk dan saat dimakan akan meleleh di lidah. Tapi tahukah Anda apa yang membuat wagyu berbeda dengan daging sapi biasa, dan mengapa wagyu dihargai sangat tinggi, baik di restoran maupun supermarket?

Wagyu sebenarnya adalah sebutan untuk daging sapi di Jepang. Nama tersebut berasal dari kata ‘wa’ yang berarti ‘Jepang’ dan ‘gyu’ yang berarti ‘daging sapi’.

Di Negeri Sakura, ada empat metode perkembangbiakan sapi utama yang digunakan untuk produksi wagyu yaitu Japanese Black, Japanese Brown, Shorthorn Jepang dan Japanese Polled. Wagyu modern biasanya merupakan persilangan antara sapi asli Jepang dengan sapi impor, seperti Brown Swiss, Devon, Shorthorn, Simmental, Ayrshire dan Korea.

Daging sapi Kobe, menjadi salah satu wagyu yang paling mahal. Wagyu jenis Tajima ini hanya dihasilkan dari sapi yang dibesarkan di provinsi Hyogo, Jepang.

Lantas, apa yang membuat harga wagyu mahal?

Jawabannya adalah metode pemeliharaannya. Di Jepang, untuk memenuhi syarat sebagai wagyu, sapi harus dipelihara dan diberi makan sesuai dengan pedoman yang ketat. Demikian dilansir dari laman Metro.co.uk, Senin, 30 Oktober 2017.

Sapi-sapi harus dibesarkan di padang rumput dan diberi makan dengan cara tertentu, dengan pakan khusus, untuk memastikan bahwa daging tersebut memiliki banyak marbling (pola guratan lemak yang menyebar secara merata di seluruh bagian daging).

Anak sapi di sana juga diberi perhatian khusus. Mereka diberi susu pengganti dengan tangan dan dipakaikan jaket saat cuaca dingin. Sapi-sapi itu juga tinggal di sebuah peternakan sampai berusia tujuh bulan sebelum mereka dikirim ke pelelangan untuk dijual ke peternakan khusus agar gemuk.

Di peternakan penggemukan, sapi Jepang dibesarkan di lumbung dan diberi nama. Makanan mereka dijaga ketat. Sapi hanya boleh mengonsumsi jerami, silase dan konsentrat tanaman utuh dan dibiarkan tumbuh dewasa hingga beratnya mencapai 700 kilogram.

Proses tersebut memakan waktu sekitar tiga tahun. Sedangkan sapi biasa yang bukan wagyu biasanya hanya dibesarkan hingga 15 bulan sebelum disembelih.

Menariknya, setiap sapi memiliki akta kelahiran, yang mengidentifikasi garis keturunannya. Jadi setiap potongan steik wagyu yang Anda nikmati dapat ditelusuri kembali ke peternakan asalnya.

Beredar mitos bahwa sapi Jepang diberi bir dan dipijat setiap hari sehingga dagingnya lembut. Namun, hal ini ternyata tidak benar.

Bukan dipijat, tapi sapu di Jepang disikat dengan sikat kaku untuk meningkatkan sirkulasi darah dan menurunkan tingkat stres mereka.