Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 6 November 2017 | 14:33 WIB
  • Mengapa Makan Kacang Bikin Perut Kembung?

  • Oleh
    • Tasya Paramitha,
    • Putri Firdaus
Mengapa Makan Kacang Bikin Perut Kembung?
Photo :
  • Pixabay/PublicDomainPictures
Kacang polong.

VIVA – Kacang memiliki kandungan lemak yang baik untuk tubuh. Selain itu, kacang juga diklaim sebagai salah satu camilan sehat.

Namun, terkadang konsumsi kacang juga dapat membuat perut kembung. Ya, kacang membuat tubuh Anda menghasilkan gas. Tidak semua kacang memang. Yang dibicarakan di sini adalah kacang-kacangan yang termasuk dalam kelompok legume seperti edamame, kedelai, lentils, buncis, kacang polong, merah, hijau dan masih banyak lagi.

Dilansir dari laman Huffington Post, Senin, 6 November 2017, ahli gizi klinis dari Dubin Breast Cancer Center, Kelly Hogan dan Dr.Charles Mueller, PhD, profesor bidang gizi di New York University memberikan penjelasan.

"Kacang (legume) memiliki kandungan oligaskarida yang tinggi, yaitu pati yang tidak bisa diurai oleh usus kecil dan usus besar. Senyawa ini kemudian diurai oleh bakteri sehingga menghasilkan gas," ujar Hogan.

Tak hanya kacang, ada pula sejumlah sayuran yang mengandung oligaskarida yaitu bawang putih, bawang merah, daun bawang, asparagus, artichoke, brokoli dan kol.

Hogan menambahkan, kadar gas pada kacang bisa dikurangi. Salah satu caranya dengan merendam kacang semalaman dan memasaknya dengan air bersih, bukan air bekas merendam kacang. Cara ini dipercaya dapat mengurangi kandungan oligaskarida dalam kacang.

"Memasak kacang dengan kombu, sejenis rumput laut, juga dapat mengurangi aligaskarida karena tumbuhan ini memiliki enzim yang bisa mengurai senyawa tersebut. Pastikan kacang kalengan sudah dibilas terlebih dahulu sebelum dimasak," ucapnya.

Namun, Mueller mengatakan, gas tidak hanya berasal dari kacang. Gas juga berasal dari udara yang masuk ke dalam saluran pencernaan.

"Gas yang keluar dari dalam perut memang cukup memalukan saat terdengar, tetapi itu normal. Seharusnya Anda khawatir saat tidak ada gas dalam perut Anda," kata dia.

Jika Anda mengalami perubahan dalam saluran pencernaan seperti kembung, kram, konstipasi dan diare berkepanjangan, segera hubungi dokter. (mus)