Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 9 November 2017 | 12:21 WIB
  • Cicipi Nikmatnya Ikan Arsik, Sajian Kesukaan Raja-raja Batak

  • Oleh
    • Anisa Widiarini
Cicipi Nikmatnya Ikan Arsik, Sajian Kesukaan Raja-raja Batak
Photo :
  • Viva.co.id/Anisa Widiarini
Ikan ArsikMasakan khas danau Toba

VIVA – Danau Toba memiliki kekayaan panorama dan tempat-tempat wisata yang memesona. Tak hanya itu, kuliner khas Batak yang disajikan juga tak kalah menggoyang lidah.

Salah satunya Ikan Arsik. Jika Anda berkesempatan mengunjungi Danau Toba, sempatkanlah untuk mencicipi sajian tradisional yang cukup terkenal di Sumatera Utara khususnya di Toba Samosir dan Tapanuli Utara ini.

Berbahan dasar ikan mas, sekilas tampilan ikan arsik ini mirip sajian pesmol khas Jawa Barat yang berbalur bumbu kuning. Tapi jika perhatikan, aroma sajian ini lebih tajam dan segar.

Uniknya, sajian ikan arsik ini tidak melalui proses masak atau pemanasan. Tapi jangan underestimate dulu. Meskipun mentah sajian ini 'enggak bikin ilfil' karena bumbu-bumbu yang kaya mampu menutupi aroma amis ikan, dan tentunya tetap enak dikonsumsi.

Memasak ikan arsik ini tidak mudah, butuh orang yang sudah terbiasa melakukannya. Karena takaran bumbu dan cara memasaknya harus tepat untuk menghasilkan rasa yang pas.

Cara membuatnya pertama-tama bagian perut ikan mas atau ikan nila dibersihkan tanpa menghilangkan sisiknya. Kemudian ikan tersebut di fillet dan dibuang bagian tulangnya.

Untuk menghilangkan bau amis pada ikan maka dapat menggunakan perasan jeruk nipis dan asam cikala atau buah kecombrang. 

Selain untuk menghilangkan bau, dapat juga membuat aroma masakan menjadi lebih sedap dan menambah cita rasa masakan ikan arsik.

Bumbu yang digunakan adalah cabai, bawang merah, bawang putih, dan aneka rempah-rempah lainnya seperti kemiri, andaliman, lengkuas, dan kunyit.

VIVA berkesempatan mencicipi ikan Arsik ini ketika berkunjung ke Samosir. Erwin, juru masak Restoran Bunga Toba yang VIVA sambangi pada waktu itu mengatakan, bahwa sajian ikan arsik yang asli adalah tidak dimasak. Ikan disajikan mentah dan segar. Namun seiring berkembang dan banyak masyarakat Batak yang merantau, sajian ikan arsik mulai berkembang.

"Menyesuaikan lidah, aslinya ikan arsik disajikan mentah. Nah, yang kami sajikan adalah yang masih tradisional," ujarnya.

Ia menerangkan, ikan yang sudah dibersihkan kemudian dilumuri secara merata dengan bumbu yang telah dihaluskan lalu didiamkan saja selama 3-5 jam sampai bumbunya meresap. "Bumbunya itu panas dan asam, jadi bisa mematangkan ikannya. Rasanya lembut di lidah dan tidak amis," ujarnya.

Rasa masakan ikan arsik sangat unik dan berbeda dengan masakan ikan pada umumnya penggunaan aneka bumbu dan rempah-rempah yang banyak dan khas, seperti asam cikala dan andaliman membuat sajian ini pedas dan meninggalkan kesan unik di lidah.

Ikan arsik sudah ada sejak dahulu kala. Resep masakan yang diwariskan dari nenek moyang secara turun temurun ini bagi masyarakat Batak, bukanlah masakan biasa.

Konon ikan arsik ini adalah makanan kesukaan raja-raja Batak dan sering disajikan sebagai makanan penyambutan dan saat upacara adat. (mus)