Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 19 November 2017 | 16:22 WIB
  • Sedapnya Sate Apaleh, Bumbunya Benar-benar Meresap!

  • Oleh
    • Lutfi Dwi Puji Astuti,
    • Dani Randi (Banda Aceh)
Sedapnya Sate Apaleh, Bumbunya Benar-benar Meresap!
Photo :
  • VIVA.co.id/ Dani Randi/ Aceh
Sate Apaleh

VIVA – Aceh dikenal dengan sate matangnya. Kali ini di Kota Juang Kabupaten Bireuen, tepatnya di wilayah Geurogok, perbatasan antara Kabupaten Bireuen dan Aceh Utara ada kuliner khas Sate Apaleh. Kuliner satu ini, menu idola masyarakat lokal dan wisatawan.

Selintas, sate Apaleh ini mirip dengan sate matang yang sudah mulai tersohor sebelumnya. Sate Apaleh ialah sate daging sapi atau kambing yang disajikan dengan kuah soto berisi jeroan sapi, bumbu kacang dan nasi.

Sate Apaleh memiliki daging sapi yang begitu lembut, wangi nan gurih. Sate ini dibuat dari daging sapi segar yang sudah dipotong dadu, diberi bumbu, selanjutnya ditusuk lidi bambu, barulah dipanggang di atas api arang layaknya sate pada umumnya.

Setelah matang, sate disajikan dengan bumbu kacang yang disiram di atas sate. Bumbu kacang ini tidak sama seperti bumbu pecel. Bumbu ini dibuat dari kacang tanah yang ditumbuk kasar, selanjutnya dimasak dengan bumbu dan santan kental dan ditambahkan kecap manis. Juga diberi gula merah untuk penambah rasa.

Pembakaran sate apaleh

Untuk menikmati lezatnya sate ini, Anda pun bisa mencicipinya dengan satu piring soto yang dibuat dengan santan encer yang merupakan sisa perasan santan yang digunakan untuk bumbu kacang. Soto ini berisi jeroan, tulang sapi yang merupakan sisa dari daging sate.

Saat VIVA menjajal rasa sate ini, tekstur dagingnya begitu lembut, aroma sate yang bercampur bumbu khas Aceh cukup terasa lumer di mulut. Ditambah perpaduan kuah soto dan bumbu kacang yang membuat lidah ‘bergoyang’.

Sate Apaleh yang sudah ada sejak puluhan tahun ini ada, selalu ramai dikunjungi pembeli. Mulyadi, seorang pelanggan tetap Sate Apaleh mengatakan, sate di tempat ini berbeda dengan sate lainnya. Menurutnya, rempah yang digunakan beda dan memiliki khas tersendiri.

“Bumbunya itu masuk ke dalam daging, membuat aroma rempah sate ini beda dengan sate lainnya,” ujarnya.

Amir, seorang pekerja di Sate Apaleh mengatakan, hampir tiap malam Sate Apaleh ramai pengunjung. Bukan, hanya dari Aceh saja, bahkan dari daerah lain turut singgah ke tempat ini untuk mencoba makanan ini.

Perhari, kata dia, daging sapi yang digunakan mencapai 90 kilogram. “Rata-rata 90 kilogram perhari. Kalau bumbunya itu diracik sendiri sama Pak Saleh (yang punya sate Apaleh),” katanya saat dihampiri VIVA di tempat pembakaran Sate Apaleh, Sabtu malam, 18 November 2017.

Untuk harga, satu porsi Sate Apaleh Rp30 Ribu. Satu porsi berisi 10 tusuk sate dan termasuk bumbu kacang dan soto, kemudian ditambah satu porsi nasi putih Rp4.000. Tidak sulit untuk menemukan warung Sate Apaleh ini, warung ini terletak di pinggir jalan lintas Medan-Banda Aceh, persisnya di Desa Geurugok, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Aceh. Letaknya persis di pasar ibukota kecamatan tersebut.

Warung Sate Apaleh, Bireun, Aceh