Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 24 November 2017 | 23:23 WIB
  • Mencicipi Wagyu, Cita Rasa Jepang yang Super Oishii

  • Oleh
    • Anisa Widiarini,
    • Ayu Utami Paramitha
Mencicipi Wagyu, Cita Rasa Jepang yang Super Oishii
Photo :
  • VIVA.co.id/Ayu Utami Paramitha
Wagyu Khas Jepang

VIVA – Jepang bukan hanya terkenal sebagai negara wisata, namun juga terkenal dengan berbagai kuliner tradisional yang khas. Salah satunya wagyu, yaitu sajian daging sapi.

Bukan sajian daging sapi biasa, wagyu merupakan salah satu jenis makanan yang disukai dan menjadi pilihan masyarakat Jepang. Duta Besar Jepang, Masafumi Ishii, mengatakan dirinya ingin memperkenalkan budaya Jepang kepada masyarakat Indonesia melalui makanan.

"Menurut data terdapat kurang lebih 400 restoran Jepang yang terdapat di Indonesia, karenanya kami ingin lebih memperkenalkan budaya kami melalui makanan-makanan khas yang kami miliki," ucapnya saat ditemui VIVA dalam acara memperkenalkan Japanes Wagyu kepada Indonesia, di Jakarta, Jumat 24 November 2017.

Ada banyak sekali olahan makanan yang dapat dibuat menggunakan daging wagyu. VIVA berkesempatan mencoba beberapa makanan khas negeri Jepang yang langsung dibuat oleh Chef Kedutaan Besar Jepang, Hori Ikuo.

Hidangan pertama adalah Steak Bow, atau yang sering disebut dengan Steak Don. Yang membuat menu steak ini berbeda adalah cara penyajiannya yang menggunakan nasi menjadi pendamping dari daging steak tersebut. Di mana daging wagyu bagian sirloin terbaik diiris tipis lalu dipanggang hingga matang. 

Menurut Chef Hori, yang perlu diperhatikan ketika memanggang wagyu adalah jangan terlalu lama, cukup dipanggang selama 1 menit setiap sisinya. Karena ketika daging diangkat, suhu panas dari daging tersebut tetap akan melanjutkan proses memasak walaupun sudah tidak dipanggang di atas api. 

Kemudian daging steak tersebut dicelupkan ke dalam sebuah kaldu istimewa yang terbuat dari campuran apel, jahe, dan bawang bombai yang dihancurkan lalu ditumis dengan air cuka, soyu dan gula. Setelahnya, daging steak tersebut diletakkan di atas nasi, kemudian dituangkan campuran kaldu istimewa dan sayuran seperti jamur dan asparagus, serta taburan daun bawang di atasnya.

Rasa perpaduan gurih dari wagyu, yang tercampur dengan rasa manis dari kaldu istimewa melumer ke dalam mulut, yang membuat mulut Anda ingin terus melahapnya, lagi, dan lagi. 

Kemudian ada shabu-shabu, di mana daging wagyu diiris tipis-tipis lalu dicelupkan ke dalam kaldu rumput laut. Chef Hori memberikan pesan agar rasa dari wagyu tetap terjaga sebaiknya tidak mencelupkan wagyu terlalu lama, cukup selama 3 detik dan wagyu akan siap untuk disantap. 

Shabu-shabu ini disajikan dengan tahu, sayuran seperti jamur, gulungan kol, bayam, dan wortel. Kemudian disajikan dengan dua saus yang berbeda, yaitu Ponzu berwarna cokelat dengan perasan jeruk asal jepang, lemon jeruk nipis, gula, soyu, dan Gomadare berwarna putih yang terbuat dari wijen yang disangrai digerus dan dicampur dengan cuka dan gula.

Rasa wagyu yang lembut namun kenyal melebur dengan rasa unik dari kedua saus yang disajikan. Shabu-shabu ini sangat cocok untuk dimakan bersama dengan kerabat dan keluarga di tengah-tengah cuaca dingin. Menambah kehangatan, momen Anda bersama dengan orang-orang tercinta. (ase)