Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 29 November 2017 | 11:15 WIB
  • Bondan Winarno Sempat Menyesalkan Kata 'Maknyus'

  • Oleh
    • Daurina Lestari
Bondan Winarno Sempat Menyesalkan Kata 'Maknyus'
Photo :
  • Instagram @wianarnobw
Bondan Winarno

VIVA – Pakar kuliner Indonesia Bondan Winarno meninggal dunia pada pagi ini, Rabu, 29 November 2017. Pria yang terkenal dengan gimmick Maknyus tersebut, meninggal dunia di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta.

Kata 'Maknyus,' sangat melekat pada sosok Bondan Winarno. Kata itu selalu disebutnya dalam sebuah program kuliner, yang identik dengan berbagai hidangan lezat, dan telah melambungkan nama. 

Bondan selalu menyebut 'Maknyus' untuk menggambarkan enaknya makanan yang dia santap dalam acara kuliner tersebut. Maknyus pun menjadi populer dan banyak digunakan masyarakat untuk mengungkapkan kelezatan suatu makanan.  

Namun ternyata di balik ketenaran kata dalam acara kuliner tersebut, Bondan menyimpan satu penyesalan. "Penyesalan saya, kenapa selama ini saya enggak terlalu menyinggung soal gizi. Saya ngomong soal maknyus, kalau cari makanan harus yang maknyus. Tapi enggak ngomongin pentingnya gizi, padahal itu rohnya makan," kata Bondan ketika diwawancarai VIVA, Maret 2014 silam.

Sebagai seorang pengamat kuliner, Bondan tahu benar bagaimana pola konsumsi masyarakat Indonesia yang seringkali salah kaprah. Pengetahuan masyarakat yang minim seputar gizi membuatnya prihatin.

"Ibu-ibu yang hamil tak memperhatikan gizi. Mikirnya nanti saja kalau sudah lahir. Padahal pas hamil perkembangan jantung, sel-sel saraf berlangsung, kalau sudah lahir dan kebutuhannya tidak tercukupi, perubahannya enggak terlalu  banyak."

Tak hanya ibu hamil, masyarakat umum juga cenderung berpikir bahwa makanan bergizi berarti makanan yang mahal dan sulit terbeli. Padahal banyak cara alternatif untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Selain itu, ancaman makanan dengan kandungan gizi rendah, bahkan mencapai nol juga mengancam anak-anak, yang terbiasa jajan di lingkungan sekolah. Akibatnya, berbagai penyakit siap mengancam penduduk Indonesia.

"Sebetulnya yang menjadi masalah sekarang adalah absennya pengetahuan gizi, ini luar biasa efeknya. Kota-kota besar di Indonesia terancam satu penyakit menakutkan, kanker usus," katanya.