Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 30 November 2017 | 12:26 WIB
  • Tempe Raksasa di Grobogan Pecahkan Rekor Dunia

  • Oleh
    • Jujuk Ernawati,
    • Dwi Royanto (Semarang)
Tempe Raksasa di Grobogan Pecahkan Rekor Dunia
Photo :
  • VIVA.co.id/Dwi Royanto
Tempe raksasa di Grobogan

VIVA – Pembuatan tempe terbesar dunia dipecahkan oleh Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Tempe raksasa berukuran 7x10 meter tersebut diganjar penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Rekor dengan nomor 8526/R.MURI/XI/2017 diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Grobogan sebagai penyelenggara dan pemrakarsa pembuatan tempe terbesar. Penghargaan dari lembaga pimpinan Jaya Suprana itu diberikan kepada Bupati Grobogan, Sri Sumarni.

"Karya pembuatan tempe terbesar dengan kedelai lokal berukuran 7x10 meter ini kita kukuhkan tak hanya sebagai rekor nasional tapi juga rekor dunia," kata Manager MURI, Sri Widayati saat menyerahkan penghargaan itu pada acara pembukaan Expo Grobogan Ekonomi Kreatif, Kamis, 30 November 2017.

Widayati menjelaskan, pemecahan rekor dunia tempe terbesar di Grobogan tercatat mengalahkan rekor sebelumnya di Malang, Jawa Timur. Tempe yang dibuat di Kota Apel itu berukuran sedikit lebih kecil, 6x9 meter.

Tempe raksasa yang dibuat Dinas Pertanian Grobogan ini menggunakan 2 ton kedelai yang ditanam petani lokal. Pembuatan tempe dilakukan oleh 15 orang selama empat hari. Dua hari masuk proses perebusan dan dua hari berikutnya proses fermentasi.

Jika proses pembuatannya selesai 100 persen, berat tempe menjadi 3,6 ton. Dan jika dipotong-potong akan menghasilkan 21 ribu potong tempe berukuran 6-10 sentimeter (cm).

Karya tempe raksasa dunia itu juga sempat disaksikan langsung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Grobogan Sri Sumarni, Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Suparjo Gatot Irianto serta sejumlah pejabat terkait. Tempe jumbo tersebut digelar di lantai sebuah ruangan yang cukup besar di Gedung DPRD Grobogan.

Ganjar mengaku kagum dengan karya tempe terbesar dunia yang dibuat Kabupaten Grobogan tersebut. Penghargaan itu, menurut Ganjar, semakin membuktikan bahwa varietas kedelai petani Grobogan menjadi terbaik yang dimiliki bangsa Indonesia.

"Kedelai varietas Grobogan itu yang saya banggakan di seluruh dunia. Nah, tugas kita bagaimana kita menjual dengan baik termasuk packaging yang bagus. Saya bangga dengan tempe Grobogan," katanya.