Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 7 Desember 2017 | 12:42 WIB
  • Sedapnya Tiram Bakar Semarang, Pedasnya Menggoyang Lidah

  • Oleh
    • Tasya Paramitha,
    • Dwi Royanto (Semarang)
Sedapnya Tiram Bakar Semarang, Pedasnya Menggoyang Lidah
Photo :
  • VIVA.co.id/Dwi Royanto (Semarang)
Kerang Tiram Bakar khas Semarang.

VIVA – Bagi pecinta makanan laut atau seafood, Kota Semarang tentu menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi. Daerah yang merupakan pesisir pantai utara Jawa itu banyak memunculkan kuliner laut yang cukup beragam. Salah satunya tiram bakar.

Bicara tiram bakar, semua orang tentu penasaran. Biasanya, olahan laut bakar hanya ada ikan, kepiting, udang atau cumi-cumi. Tapi di tangan Heru Wendy, kerang tiram bisa menjadi kuliner pedas yang bikin nagih.

Di warung sederhana Jalan Medoho Semarang, Wendy membuka olahan tiram bakar ini. Warung tiram bakar milik Wendy bahkan merupakan pertama dan satu-satunya di Kota Lumpia tersebut.

"Saat saya perkenalkan kerang tiram bakar di Semarang ternyata banyak pembelinya. Mereka bilang selama ini hanya mengenal olahan cumi, udang dan kerang kecil-kecil, " kata Wendy, Kamis, 7 Desember 2017.

Mengolah tiram bakar, lanjut dia, memang tak sederhana. Wendy mengaku punya jurus jitu agar tiram yang tampak besar, keras seperti batu itu dapat diolah jadi menu yang menggoyang lidah. Ada tiga rasa yang ia sajikan, yakni kerang bakar bumbu manis, original dan pedas. Tapi tiram pedas biasanya menjadi yang paling diburu pembeli.

Cara mengolah kerang tiram yang masih segar biasanya langsung dibakar di atas bara api sembari diolesi bumbu bawang putih, kecap manis dan gula Jawa. Waktu mengolahnya pun hanya butuh lima menit.

Saban hari, Wendy mendapat pasokan 30 kilogram kerang segar dari nelayan Rembang. Meski begitu, terkadang tiram sulit ia dapatkan. Wendy bahkan harus memesan jauh-jauh hari untuk mendapat tiram yang biasanya hanya dijual ke Indonesia Timur itu.

"Olahan kerang tiram bakar di Bali sudah ada. Tapi untuk satu porsi harganya Rp250 ribu. Nah, yang saya jual cukup Rp25 ribu. Meski murah tapi enak," ujarnya.

Dalam sehari, ia mampu melayani 30 pembeli. Saat ditampilkan di sebuah festival di Mal Sri Ratu, ia mampu mencetak rekor penjualan mencapai 50 porsi. Ketika hujan pun pembeli rela antre di lapaknya.

Mengadopsi Kuliner Prancis

Wendy sendiri mengaku mengadopsi kuliner tiram bakar dari Prancis. Warga Prancis memang pecinta kuliner laut, khususnya tiram, yang umum dikonsumsi dalam kondisi mentah.

"Kalau di Prancis kerang tiram cuma dikasih lemon sama garam. Biasanya disantap ramai-ramai," ujarnya.

Dari pengalamannya mengenal masakan Prancis itu, Wendy kemudian tertantang menjual tiram di Semarang. Menurutnya, peluang pasarnya terbuka lebar.

"Tentu inovasi terus saya lakukan. Apalagi minat makan seafood di sini sangat tinggi. Tapi jarang yang tahu kerang bakar.” (mus)