Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 8 Desember 2017 | 11:55 WIB
  • Kedai Kopi Ini Diserbu Pengunjung Pria, Kenapa?

  • Oleh
    • Jujuk Ernawati,
    • Isra Berlian
Kedai Kopi Ini Diserbu Pengunjung Pria, Kenapa?
Photo :
  • viral4real.com
C Cup Cafe

VIVA – Kedai kopi sering dijadikan tempat ketiga yang paling sering dikunjungi selain rumah dan kantor. Sebab di kedai kopi inilah Anda dapat bersantai, membaca buku sambil menikmati secangkir kopi.

Selain itu, untuk memberikan kenyamanan, banyak kedai atau kafe yang menawarkan koneksi Wi-Fi yang bagus dan dapat digunakan sesuka Anda. Namun, tidak semua kedai kopi berhasil dengan hal tersebut.

Seiring banyaknya bisnis kedai kopi yang secara bertahap bermunculan, beberapa kedai ditinggalkan karena tidak menggunakan kreativitas mereka dalam menarik pelanggan. Namun, salah satu kedai kopi di Thailand berhasil menarik banyak pelanggan, terutama pria.

Dikutip dari viral4real, Jumat, 8 Desember 2017, salah satu kedai kopi di Thailand berhasil membuat banyak pria masuk hingga mengantre untuk mencicipi kopi. Kedai kopi itu bernama C-Cup karena satu alasan.

C Cup Cafe

Kebanyakan orang berasumsi bahwa huruf C dalam nama kedai kopi itu singkatan dari coffee atau kopi. Namun, beberapa pelanggan justru memberikan pengertian lain.

Ini karena pelayan di kedai kopi tersebut adalah wanita muda nan cantik dengan seragam seksi, yang menunjukkan punggung seksi mereka. Di samping kopi yang disajikan begitu nikmat berdasarkan ulasan kedai kopi tersebut.

Penggunaan seragam seksi tersebut pun diyakini karena cuaca setempat yang panas. Namun ada juga, yang menyebut bahwa para pelayan itu mencerminkan nama kedai tersebut.

Pelayan di C Cup Cafe

Pemilik C-Cup, Chanisara mengaku terkejut dengan tingginya jumlah pelanggan ke kedai kopinya. Tidak hanya untuk menikmati kopi, bahkan salah seorang pelanggan tiba-tiba mengambil foto para pelayan di kedai kopinya dan mengunggahnya di media sosial, sehingga menjadi viral.

Adapun jumlah pelanggan di kedai kopi  ini mencapai ratusan orang setiap harinya. Kebanyakan dari pelanggan adalah pria.