Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 14 Juli 2017 | 06:30 WIB
  • Bahaya Sering Posting Aktivitas Anak di Media Sosial

  • Oleh
    • Lutfi Dwi Puji Astuti,
    • Diza Liane Sahputri
Bahaya Sering Posting Aktivitas Anak di Media Sosial
Photo :
  • www.pixabay.com/geralt
Ilustrasi media sosial

VIVA.co.id – Menjadi suatu kebanggaan tersendiri, bagi orangtua melihat buah hati yang aktif dan memiliki banyak kegiatan menarik. Belakangan, sudah menjadi tren di kalangan orangtua mengunggah segala aktivitas buah hatinya melalui media sosial.

Namun, hal tersebut tidak selamanya baik. Sering memamerkan aktivitas anak di akun media sosial, ternyata juga bisa memengaruhi sikap anak.

Sudah dianggap wajar, bila orangtua mengunggah ragam aktivitas buah hatinya. Rasa sayang kepada anak ini, membuat orangtua memusatkan segala perhatian kepada si kecil, termasuk mengunggahnya di media sosial.

"Zaman sekarang itu apa-apa orangtua serba diposting, semua dipusatkan dalam memperhatikan anaknya, termasuk di media sosial. Di sini, bisa membangun karakteristik anak yang mana, anak merasa menjadi paling yang terbaik," ujar founder Playdate Planner, Lydia Mangunsong, kepada VIVA.co.id beberapa waktu lalu.

Para orangtua yang menunjukkan bahwa buah hatinya adalah sosok yang terbaik, dapat membangun konotasi negatif pada kemampuan sosialnya. Si kecil biasanya akan menganggap remeh teman-teman di sekitarnya.

"Kalau ibunya memposting, terus bilang ke anaknya 'nih, kamu paling bagus menganggambarnya', lama-kelamaan anak merasa sombong," kata dia.

Selain itu, anak akan terpaku dengan dunia di media sosial. Si kecil akan menganggap bahwa berteman di media sosial menjadi yang sangat penting. Sehingga, banyaknya followers, menentukan kepopuleran dirinya.

"Nantinya saat dewasa, anak akan menghitung jumlah likes dari fotonya untuk terus dibandingkan dengan teman sebayanya. Saat followers dan likers-nya banyak, ia akan merasa hebat, padahal pertemanan bukan dilihat dari media sosial saja," paparnya. (asp)