Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 12 September 2017 | 10:03 WIB
  • Telat Beri MPASI untuk Bayi Picu Anak Jadi Picky Eater

  • Oleh
    • Lutfi Dwi Puji Astuti,
    • Adinda Permatasari
Telat Beri MPASI untuk Bayi Picu Anak Jadi Picky Eater
Photo :
  • pixabay/Advisor
Ilustrasi bayi makan makanan pengganti ASI

VIVA.co.id – Sama seperti momen pertama dalam setiap periode tumbuh kembang anak, makan juga menjadi momen berharga yang harus diperhatikan orangtua. Pemberian makanan setelah ASI, harus diberikan pada waktu yang tepat dan dengan jenis makanan yang tepat pula.

Menurut dokter spesialis anak Dr. dr. Conny Tanjung, SpA(K), dalam mempersiapkan makanan pertama untuk anak, perlu diperhatikan juga kesiapan anak. Lalu, orangtua pun harus mempersiapkan diri untuk melihat zat nutrisi apa yang berperan untuk tumbuh kembang anak.

"Biasanya yang dikatakan dalam guideline WHO, MPASI dimulai usia enam bulan. Tapi harus diingat juga, orang tua perlu melihat pertumbuhan anak. Kalau di usia 5 bulan mengalami pertumbuhan yang lambat atau tidak sesuai kurva pertumbuhan dari WHO, sebaiknya jangan diberi MPASI dulu," ujar Conny kepada VIVA.co.id.

Tapi, selama pertumbuhannya normal dan tidak mengalami masalah, usia lima bulan ke atas sudah harus belajar mengonsumsi MPASI. Jika pemberian MPASI ini terlambat, maka ada efek yang berbahaya bagi anak.

"Jangan berikan lewat dari usia 6 bulan, misalnya di usia 8 bulan, hal ini akan menghambat kemampuan makan anak," lanjut Conny.

Karena, anak juga perlu latihan mengunyah. Di usia awal, kemampuan lidah anak adalah bergerak ke depan dan belakang. Kemudian, di usia lebih besar lagi, lidahnya mampu bergerak ke samping. Jika keterampilan ini tidak dilatih, dia tidak akan bisa mengunyah dan jika terlambat akan mempengaruhi keterampilan makannya.

Bahkan, tidak terbangunnya keterampilan makan ini bisa membuat anak harus menjalani terapi makan. Selain itu, dampak buruk lainnya adalah anak akan tumbuh menjadi picky eater.