Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 6 Oktober 2017 | 16:39 WIB
  • Hindari Kata 'Jangan' Saat Larang Anak Lakukan Sesuatu

  • Oleh
    • Lutfi Dwi Puji Astuti,
    • Ayu Utami Paramitha
Hindari Kata 'Jangan' Saat Larang Anak Lakukan Sesuatu
Photo :
  • Pixabay/ Eelementus
Ibu dan anak.

VIVA.co.id – Kata "jangan" sering sekali digunakan para orangtua saat melarang buah hati melakukan ini dan itu. Namun, tahukah Anda menggunakan kata "jangan" malah membuat anak terpacu untuk melakukan kegiatan atau hal yang dilarang.

Menurut penelitian, menggunakan kata "jangan" saat melarang si kecil melakukan sesuatu, dapat menimbulkan keraguan kepada sang anak, seperti yang dilansir dari buku parenting Hello! Moonella karangan Moonella Sunshine Jo. Dalam buku ini diungkapkan, selain menimbulkan keraguan, menggunakan kata "jangan" dapat membuat anak semakin melawan ketika dilarang.

Ketika melarang sang buah hati, kata "jangan" dapat diganti dengan kalimat yang lebih lembut. Misalnya, ketika buah hati menaruh sampah sembarangan, sebaiknya mengucapkan, "Sampahnya dibuang di tempat sampah, ya. Kalau buang sembarangan tidak baik." Atau, ketika si kecil sedang gemar mencoret-coret dinding, Anda dapat nasihati dengan kalimat, "Kalau mau menggambar, di kertas ya sayang..."

Dengan menggunakan kata-kata dan kalimat halus penuh dengan kasih sayang, akan membuat anak lebih memperhatikan, dan memahami apa yang Anda ajarkan.

Psikolog, Ratih Ibrahim pun mengatakan bahwa mengucapkan kata "jangan" saat melarang si kecil melakukan sesuatu bisa berdampak buruk pada anak. Salah satunya, anak bisa takut bereksplorasi.

“Memperbolehkan si kecil bereksplorasi merupakan salah satu wujud cinta bunda dan ayah. Kepercayaan diri orangtua dapat mendorong si kecil untuk berani dan mandiri, sehingga semakin terbuka kesempatan untuk mereka belajar hal-hal baru dan mengembangkan dirinya," ujar Ratih.

Ratih melanjutkan, mendukung eksplorasi anak menjadi penting karena pada masa pertumbuhan eksplorasi juga merupakan stimulasi bagi perkembangan si kecil.

"Kalau dibilang ‘jangan’, anak kita jadi takut bereksplorasi. Jadi ‘iya boleh’, asal dengan tetap diperhatikan. Stimulasi yang positif membuat anak kita bisa bereksplorasi dengan asyik," kata Ratih.