Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 9 Oktober 2017 | 06:19 WIB
  • Begini Cara Mona Ratuliu Atasi Kecanduan Gadget pada Anak

  • Oleh
    • Finalia Kodrati,
    • Rintan Puspitasari
Begini Cara Mona Ratuliu Atasi Kecanduan Gadget pada Anak
Photo :
  • VIVA.co.id/Rintan Puspitasari
Mona Ratuliu dan suami

VIVA.co.id – Masalah yang paling sering dihadapi orangtua di zaman modern ini adalah menghadapi masalah kecanduan anak akan gadget. Anak lebih senang bermain gadget dibanding harus menyelesaikan tugas-tugasnya. Hal ini dialami juga oleh pasangan selebriti, Mona Ratuliu dan Indra Brasco. 

Indra mengatakan bahwa gadget tidak bisa dihindari, karena itu bagian dari teknologi. Bukannya memberi larangan, tapi pasangan yang selalu terlihat romantis ini justru memiliki cara unik pada ketiga anak mereka soal urusan gadget. 

Sempat membuat peraturan bermain gadget di rumahnya. Kini, Mona dan Indra sepakat untuk melakukan revisi peraturan bermain gadget selama di rumah, menjadi pemilik dan peminjam.

"Di rumah status (gadget) milik bunda dan yanda, ya status kepemilikan jelas. Jadi walau bagaimana pun yang punya boleh punya aturan baru, boleh merevisi aturannya," kata Mona yang ditemui usai mengisi acara bincang di Grand Metropolitan Mal Bekasi, Jawa Barat, 8 Oktober 2017.

"Orang tua enggak perlu takut mengubah aturannya, pilihannya kalau dia enggak sepakat malah enggak bisa main sama sekali kan," kata wanita kelahiran 1982 ini.

Ia juga menambahkan bahwa terdapat syarat dan ketentuan bagi anak-anaknya saat bermain gadget. Baik Mona ataupun Indra sepakat untuk mengizinkan anak mereka bermain gadget, asalkan segala kewajiban sudah diselesaikan. Dan gadget dijadikan sebagai alternatif permainan.

"Kalau sekarang, (gadget) jadi salah satu alternatif permainan, setengah jam main gadget, setengah jam main sepeda," kata Mona.

Bukan anak-anak namanya kalau tidak protest. Tapi artis cantik ini mengatakan bahwa anak-anak bisa menyesuaikan diri setelah seminggu drama, asal orangtua konsisten.

"Awalnya ngamuk-ngamuk, bilang rumah banyak aturan kayak penjara, tapi seminggu lah dramanya, tapi setelah itu merasa ada ketenangan jiwa. Kita harus berani ambil keputusan," ujar Mona. (ren)