Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 9 Oktober 2017 | 10:54 WIB
  • Aturan Wajib Sebelum Lakukan Pijatan pada Bayi

  • Oleh
    • Anisa Widiarini,
    • Adinda Permatasari
Aturan Wajib Sebelum Lakukan Pijatan pada Bayi
Photo :
  • Pixabay/Aldertree
Kuku Kaki Bayi

VIVA.co.id – Stimulasi pemijatan bayi memberikan banyak manfaat positif pada kesehatan si buah hati. Tidak hanya bayi menjadi lebih rileks dan mengurangi rewel, pijat juga bisa membantu meningkatkan nafsu makan.

Hanya saja, orangtua perlu mengetahui aturan ketika melakukan pemijatan pada bayi. Tidak seperti orang dewasa, pemijatan pada bayi harus dilakukan pada waktu yang tepat.

"Kapan waktu yang tepat pemijatan bayi adalah saat kondisi bayi benar-benar sehat," ujar dr Fitri Hartanto, SpA(K), Ketua Penyusunan Modul Pijat Bayi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Hartanto melanjutkan, karena pemijatan ini adalah stimulasi, maka akan benar-benar optimal bila dilakukan dalam keadaan sehat. Selain itu, sebaiknya pemijatan juga dilakukan dua kali sehari dalam 6 bulan pertama usia bayi.

Agar pemijatan lebih optimal, sebaiknya gunakan losion atau minyak bayi. Penggunaan losion ini juga dapat mempermudah transfer kehangatan dari tangan orangtua ke tubuh bayi.

"Minyak juga berfungsi untuk memperbaiki fungsi kulit pada anak. Sirkulasi tubuh lebih baik, sehingga organ dialiri darah lebih baik dan bayi tumbuh dengan optimal," imbuh Hartanto.

Di samping itu, yang juga perlu diingat orangtua ketika memijat bayi adalah hindari melakukan pijatan setelah bayi makan atau minum. Jangan membangunkan anak hanya untuk memijatnya.

Selain itu, jangan memaksakan gerakan saat melakukan pijatan. Dan sebaiknya, dahulukan bagian wajah sebelum memijat area tubuh lainnya.

"Dari wajah, orangtua bisa melakukan interaksi dengan anak, bisa mengajak ngobrol, dan jangan lupa berikan senyuman terbaik pada anak sebelum melakukan proses memijat," ujar Hartanto.

Sebaiknya, lepaskan segala aksesori saat melakukan pijatan agar mata anak fokus memandang orangtua. Dengan demikian interaksi yang berkualitas akan terjadi. Dan, jangan memijat dalam keadaan kuku jari yang panjang.

Orangtua juga harus memiliki waktu yang cukup, sehingga pemijatan tidak dilakukan tergesa-gesa. Sediakan alas yang lembut dan rata, serta cuci tangan yang bersih sebelum memijat.

"Pilih ruangan hangat dan tidak berangin, posisi anak nyaman sehingga kontak mata bisa dipertahankan," lanjut Hartanto.

Lalukan sentuhan ringan dan perlahan sampai bayi merasa nyaman dengan pijatan. Boleh juga memasang musik lembut agar bayi bertambah nyaman. Lalu, perhatikan isyarat bayi apabila dia menangis, mengantuk, atau rewel, bisa dihentikan sementara pijatannya. (one)