Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 16 Oktober 2017 | 10:53 WIB
  • Ilmuan Cilik RI CIptakan Sikat Gigi Anti Jatuh

  • Oleh
    • Anisa Widiarini,
    • Diza Liane Sahputri
Ilmuan Cilik RI CIptakan Sikat Gigi Anti Jatuh
Photo :
  • Viva.co.id/Diza Liane
Sikat gigi anti jatuh

VIVA.co.id – Menyikat gigi penting dilakukan setiap hari untuk menjaga kesehatan gigi. Kegiatan ini harus dilakukan tak hanya anak-anak, orang dewasa, tapi juga manula. Namun sayangnya para manula dan anak-anak seringkali merasa kesulitan melakukan kegiatan ini, terlebih ketika harus membuka tutup pasta gigi dan meletakkan pasta gigi ke permukaan sikat.

Kesulitan manula dan anak-anak menggosok gigi dilirik menjadi ide kreatif oleh dua siswa sekolah dasar. Mencoba membuat inovasi, Prajna Wijaya dan Evan Varelino akhirnya berhasil menciptakan karya yang bernama ‘Sikat gigi anti jatuh untuk anak kecil dan manula’. Tak hanya itu, kedua bocah siswa kelas 6 SDS Narada Jakarta Barat ini juga menjadi salah satu pemenang Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) 2017.

Menurut Deputi Ilmu Pengetahuan Teknik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia sekaligus juri KJSA 2017, Dr. L.T. Handoko, kriteria yang digunakan dalam penjurian adalah kreativitas, inovasi dan originalitas. Hingga saat ini KJSA 2017 sudah terkumpul 1.103 karya sains dari 374 sekolah dan klub sains di 28 provinsi di Indonesia.

"Artinya, ide pembuatan karya merupakan ide anak didik sendiri," ujar Handoko, dikutip dalam rilis Kalbe Umumkan Pemenang Karya Sains KJSA 2017, kepada VIVA.co.id, Senin 16 Oktober 2017.

Ke Panti Jompo

Selain itu, Evan dan Prajna mengungkapkan bahwa Ide pembuatan sikat gigi anti jatuh ini muncul sejak kunjungan keduanya ke panti jompo.

"Awalnya kunjungan ke panti jompo, mereka lihat orangtua gemetar nggak bisa pakai pasta gigi. Akhirnya, mereka coba sikat gigi yang dikembangkan pakai bekas tempat lem," ujar pembimbing anak, Petrus Timbul.

Perkembangan sikat gigi anti jatuh ini dilakukan agar manula dan anak-anak tidak lagi sulit memakai pasta gigi di sikat giginya. Kedua ilmuan cilik itu memasangkan pasta gigi di dalam sikat giginya, sehingga pasta gigi tidak lagi terjatuh.

"Setelah lemnya dikeluarkan, bekas tempatnya dimasuki odol. Jadi, diputar sedikit aja, odol langsung keluar sendiri di atas bulu sikat giginya. Mempermudah anak dan manula agar bisa langsung sikat gigi," paparnya. (ren)