Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 25 Oktober 2017 | 14:46 WIB
  • Tinggal Bareng Mertua Bikin Wanita Susah Punya Banyak Anak

  • Oleh
    • Lutfi Dwi Puji Astuti,
    • Adinda Permatasari
Tinggal Bareng Mertua Bikin Wanita Susah Punya Banyak Anak
Photo :
  • Pixabay
Ibu dan anak.

VIVA – Sebuah penelitian mengungkapkan, wanita bisa memiliki anak lebih sedikit jika mereka tinggal bersama ibu kandung atau mertuanya.

Para peneliti menemukan, rata-rata, wanita yang tinggal hanya dengan suaminya memiliki lebih banyak anak dibandingkan mereka yang berbagi rumah dengan keluarganya.

Temuan ini menggugurkan teori yang selama ini dipercaya bahwa tinggal serumah dengan ibu atau mertua bisa mendorong wanita memiliki banyak anak.

Dilansir laman Daily Mail, para peneliti dari Austria membuat kesimpulan ini setelah menilai statistik yang didapat dari 2,5 juta wanita di seluruh dunia.

Hingga saat ini, para ahli biologi beranggapan bahwa wanita yang tinggal bersama ibu kandungnya atau ibu mertuanya bisa memiliki lebih banyak anak. Namun, penelitian baru ini yang dipublikasikan di jurnal Royal Society Open Science, menemukan hasil berbeda.

"Data kami menunjukkan kesuburan yang lebih rendah, jika ada kehadiran ibu lain di rumah. Ini menarik, karena orang akan mengharapkan kehadiran kedua ibu itu akan memberikan ketertarikan biologis pada jumlah cucu yang lebih banyak," tulis peneliti dalam jurnal.

Para ahli menuding, penyebab di balik ini adalah kompetisi reproduktif yang membuat banyak wanita memilih untuk tidak memiliki anak ketika tinggal dengan ibu kandung atau ibu mertua mereka.

Tim peneliti dari University of Vienna mencatat, bagaimana para nenek cenderung lebih muda jika mereka masih tinggal bersama anak perempuannya atau istri dari anaknya.

Para peneliti mengatakan, nenek yang lebih muda mungkin akan memiliki anak sendiri, yang berarti akan lebih penting bagi mereka dibandingkan merawat cucu mereka. Hal ini bisa membuat seorang wanita menghindari kehamilan, karena mereka akan merasa tidak akan mendapat dukungan yang cukup pada bayi mereka.

Para peneliti menggunakan data sensus dari 2.478.383 wanita yang sudah menikah yang berusia antara 15-34 tahun dari 14 negara, meliputi Amerika Serikat, Irak, dan Argentina.

Analisis menunjukkan, perbedaan budaya yang nyata antara wanita mana yang cenderung tinggal dengan ibu kandung atau ibu mertua. Semua partisipan tinggal bersama pasangannya.

Hasilnya menunjukkan, sebanyak 1,47 persen dari wanita Amerika tinggal bersama ibu mertuanya, dibandingkan dengan 53 persen di Iraq. Sedangkan jumlah dari wanita yang tinggal dengan ibu kandungnya, beragam dari 0,79 persen di Malawi, hingga 17 persen di Thailand.

Analisis dalam kurun meliputi semua wanita yang masih dalam masa reproduktifnya, secara teori, artinya mereka belum memiliki anggota keluarga yang lengkap. Pendidikan, di mana mereka tinggal dan tingkat pendidikan pasangan juga dinilai untuk segala efek potensial pada jumlah anak. (mus)