Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 26 Oktober 2017 | 08:56 WIB
  • Penyebab Masalah Gizi yang Banyak Terjadi pada Anak Sekolah

  • Oleh
    • Lutfi Dwi Puji Astuti,
    • Adinda Permatasari
Penyebab Masalah Gizi yang Banyak Terjadi pada Anak Sekolah
Photo :
  • Pixabay/Public domain pictures
Ilustrasi anak sekolah.

VIVA – Gizi masih menjadi masalah utama yang dihadapi anak-anak Indonesia. Bahkan kini Indonesia tengah menghadapi beban ganda malnutrisi, yakni masalah kelebihan gizi yang mengakibatkan obesitas, serta kekurangan gizi yang membuat anak stunting atau tubuh tumbuh pendek.

Sekretaris Departemen Gizi Masyarakat FEMA IPB, Dr. Ir. Sri Anna Marliyati, MS mengatakan, masih banyak anak-anak mengalami kurang atau lebih gizi berkaitan dengan lingkungan seperti jajanan yang tidak higienis dan sehat.

"Data Riskesdas tahun 2013 menunjukkan bahwa anak yang pendek mencapai 30,7 persen, sementara yang gemuk 18,8 persen. Jadi, ada dua masalah yang bertentangan," kata Anna saat konferensi pers Warung Anak Sehat di Jakarta, Rabu, 25 Oktober 2017.

Contoh yang sering terjadi di masyarakat adalah ditemukan ibu yang gemuk tapi memiliki anak yang kurus dan anemia. Padahal anemia bisa membuat anak tidak fokus belajar dan cepat letih.

Anna menambahkan, hal itu terjadi karena anak-anak mengonsumsi pangan yang rendah kandungan fe. Selain itu, masalah gizi anak sekolah yang sering terjadi adalah hampir separuh anak sekolah sedentari atau banyak duduk dan bermain game.

"Data Riskesdas juga menunjukkan, 92,5 persen penduduk Inonesia berusia lebih dari 10 tahun kurang makan sayur dan buah," imbuh Anna

Masalah ini juga diperparah dengan kebiasaan anak-anak yang suka jajan. Anak sekolah sudah memiliki kemampuan untuk membuat keputusan sendiri, termasuk dalam memilih makanan. Tapi sayangnya, lanjut Anna, 31,8 persen jajanan di sekolah mengandung bahan berbahaya.

Selain itu, kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi energi, banyak lemak, garam, dan gula menjadi penyebab kegemukan pada anak-anak. Kurangnya aktivitas fisik juga menambah masalah berat badan pada anak.