Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 4 November 2017 | 17:43 WIB
  • Keuntungan Kuliah di Luar Negeri

  • Oleh
    • Daurina Lestari,
    • Mohammad Yudha Prasetya
Keuntungan Kuliah di Luar Negeri
Photo :
Universitas di Inggris

VIVA – Dalam acara Pameran Perguruan Tinggi Eropa atau European Higher Education Fair (EHEF) 2017 yang digelar pada 4-5 November 2017 di Balai Kartini, Jakarta, tersedia lebih dari 1.600 beasiswa yang ditawarkan bagi para peminatnya.

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Guerend menjelaskan, universitas-universitas di Eropa umumnya sudah memiliki biaya kuliah yang sangat rendah atau bahkan gratis, sehingga mendorong para pelajar dari seluruh dunia untuk memanfaatkannya.

Dia menilai, dengan belajar di luar negeri, khususnya Eropa, selain biaya yang terjangkau para pelajar juga akan ditempa untuk mengembangkan diri, karena harus bersaing dengan para pelajar dari negara lain.

"Menempuh pendidikan di luar negeri bukan sekadar memperoleh kualifikasi akademis. Studi di luar negeri memberikan kesempatan bagi para siswa menemukan jati diri mereka, mengembangkan kemandirian, serta mengenal budaya baru," ujar Vincent saat ditemui di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Sabtu 4 November 2017.

Tak hanya itu, ilmu dan sertifikasi pendidikan dari hasil belajar di universitas-universitas Eropa pun menurutnya sudah sangat diakui di dunia.

"Dengan mendapatkan gelar sarjana di Uni Eropa, siswa dapat memperoleh kualifikasi akademis yang diakui secara internasional," kata Vincent.

Selain itu, karena selama mengenyam masa pendidikan, para pelajar menjadi sudah terbiasa dengan suasana kompetitif bersama mahasiswa dari negara berbeda. Maka diharapkan para lulusan universitas-universitas Eropa lainnya juga akan mampu berkontribusi dalam program-program pemerintah di negaranya masing-masing

"Mereka bisa mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang akan membantu mereka dalam menghadapi peluang dan tantangan dalam era globalisasi, serta perkembangan teknologi guna berkontribusi pada reformasi di negaranya masing-masing," ujarnya.