Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 13 November 2017 | 17:37 WIB
  • Benarkah Anak Bungsu Selalu Paling Disayang?

  • Oleh
    • Lutfi Dwi Puji Astuti,
    • Adinda Permatasari
Benarkah Anak Bungsu Selalu Paling Disayang?
Photo :
  • pixabay/publicdomainpictures
Ibu dan anak.

VIVA – Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa, anak paling bontot atau bungsu kemungkinan besar akan jadi anak paling favorit orangtua.

Namun, ini sebenarnya menurun pada yang dipersepsikan sebagai pilih kasih.

Dilansir dari laman The Independent, para peneliti dari Brigham Young University's School of Family Life menyimpulkan bahwa pilih kasih pada kenyataannya hanya ada dari orang yang melihatnya saja.

Pada dasarnya, jika saudara yang lebih muda merasa mereka menjadi kesayangan orangtua dan orangtuanya sependapat, hubungan anak dan orangtua akan semakin kuat. Jika mereka tidak merasa menjadi anak kesayangan, hal sebaliknya yang terjadi.

Bagi saudara yang lebih tua, apakah mereka dianggap anak kesayangan atau tidak, akan berefek pada hubungan mereka dengan orangtuanya.

Para peneliti percaya, hal ini terjadi karena perbandingan sosial, dengan anak yang lebih muda paling banyak menaruh penekanan pada perbandingan diri mereka dengan kakak-kakaknya.

"Bukannya anak pertama tidak pernah memikirkan adik mereka dan diri mereka sebagai acuan. Hanya tidak seaktif sebagai bagian dari keseharian mereka," ujar asisten profesor BYU School of Family Life Alex Jensen.

Jensen menduga, hal ini kemungkinan karena orangtua jarang sekali mengatakan, 'Kenapa kamu tidak bisa seperti adikmu?', yang kemungkinan terjadi adalah sebaliknya.

Para peneliti menarik kesimpulan mereka setelah meneliti 300 keluarga yang masing-masing memiliki dua anak remaja.

Anak dan orangtua ditanyakan sejumlah pertanyaan untuk mengukur tingkat pilih kasih mereka. Orangtua ditanyakan seberapa dekat dan konflik yang mereka hadapi dengan anak, sementara anak-anak diminta untuk mendeskripsikan hubungan mereka dengan orangtua.

Peneliti menemukan bahwa secara keseluruhan, anak-anak memiliki baik kedekatan dan konflik lebih banyak pada ibu mereka, tapi angka perubahan dalam hubungan baik dengan ayah dan ibu sama.

Jensen percaya bahwa hasil penelitian ini akan sama pada keluarga yang lebih besar.

"Jika Anda menanyakan pada saya, 'Apakah kami melihat hal sama dengan anak kedua dan ketiga?' Saya rasa iya," katanya.

Anak paling bungsu akan mengagumi setiap orang, dan anak tengah akan mengagumi setiap orang yang lebih tua darinya, dan itu akan terus berlaku ke anak-anak yang lebih tua selanjutnya.

Namun, jika orangtua bertanya-tanya bagaimana menghadapi ini dan membesarkan anak dengan cara terbaik, saran Jensen, jangan perlakukan anak dengan sama tapi dengan adil.

"Jika Anda fokus dengan itu, tidak masalah memperlakukan mereka berbeda karena mereka adalah orang berbeda dan memiliki kebutuhan berbeda, itu tidak masalah," lanjut Jensen.