Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 22 November 2017 | 17:22 WIB
  • Anemia Picu Anak Doyan Makanan Aneh

  • Oleh
    • Lutfi Dwi Puji Astuti,
    • Diza Liane Sahputri
Anemia Picu Anak Doyan Makanan Aneh
Photo :
  • VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis
Anak Usia 2 Tahun Gemar Makan Abu Rokok Dan Bedak

VIVA – Permasalahan gizi pada anak di Indonesia masih menjadi perhatian besar. Salah satu dampak dari kekurangan zat gizi makro maupun mikro yaitu anak menjadi rentan anemia.

Anemia dapat terjadi karena kurangnya zat besi dalam tubuh sehingga cadangan zat besi untuk pembentukan sel darah merah berkurang yang menyebabkan kadar hemoglobin (Hb) darah kurang dari normal. Anemia tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja, melainkan juga dapat menyerang anak balita dan usia sekolah.

Hasil survei kesehatan rumah tangga (SKRT) melaporkan kejadian anemia defisiensi besi sebanyak 48,1 persen pada kelompok usia balita dan 47,3 persen pada kelompok usia anak sekolah. Pada fase awal penyakit, anemia pada anak biasanya tidak menunjukkan gejala.

"Kekurangan pasokan oksigen yang berkelanjutan memicu organ tubuh tidak berfungsi dengan baik sehingga timbul berbagai gejala seperti anak menjadi mulai lemas, lelah, lesu, kulit terlihat pucat, kuku jari tangan pucat, sesak napas, berat badan tidak naik optimal bahkan dapat terjadi penurunan berat badan," ujar Konsultan Gizi, Edukator, Pengarang Buku dan juga Founder Lagizi Health & Nutrition Services, Jansen Ongko MSc, RD, dikutip dari siaran pers yang diterima VIVA, Rabu 22 November 2017.

Saat anak mengalami kekurangan zat besi, juga menyebabkan anak rentan terkena infeksi karena menurunnya sistem kekebalan tubuh.

Anemia pada anak juga dapat menimbulkan perilaku makan yang tidak biasa seperti mengonsumsi es batu, tepung, tanah, rumput, dan daun-daunan. Bahkan, Anemia Defisiensi Besi (ADB) pada anak akan memberikan dampak yang negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, yaitu dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi.

"ADB berdampak buruk pada otak karena dapat menyebabkan transfer oksigen terhambat, kecepatan hantar impuls syaraf terganggu, serta gangguan perilaku dan konsentrasi sehingga anak akan mengalami penurunan daya konsentrasi, daya ingat rendah, dan tingkat IQ yang rendah. Akibatnya penurunan prestasi belajar dan kemampuan fisik pada anak," paparnya.

Melihat dampak anemia yang cukup serius pada anak, perlu pendeteksi dini agar dapat segera diatasi dengan lebih baik. Untuk mencegahnya yaitu dengan cara mengajarkan dan membiasakan anak mengonsumsi makanan sehat dan bervariasi. Pilih bahan pangan yang tinggi akan zat besi, folat, vitamin B12 dan vitamin C.

"Berdasarkan angka kecukupan gizi (AKG), kebutuhan ideal anak usia sekolah adalah zat besi 10 mg dan zink 11,2 mg. Makanan sumber vitamin B12 adalah daging, susu, dan hati serta vitamin C untuk penyerapan B12, seperti jambu biji dan bayam. Untuk minuman, pilihlah minuman yang memiliki komposisi zat besi dan zink yang tinggi."