Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 23 November 2017 | 11:34 WIB
  • Pemenuhan Hak Anak di Manggarai Barat NTT Masih Rendah

  • Oleh
    • Anisa Widiarini,
    • Bimo Aria
Pemenuhan Hak Anak di Manggarai Barat NTT Masih Rendah
Photo :
  • VIVA.co.id/Bimo Aria
Menteri Yohana Yembise

VIVA – Pemenuhan hak dasar anak, masih sering diabaikan oleh para orangtua. Berdasarkan Indeks Komposit Kesejahteraan Anak (IKKA) di Kabupaten Manggarai Barat, pemenuhan hak anak baru mencapai 54,09 atau berada pada status pencapaian rendah di peringkat 423 dari 511 Kabupaten/Kota. 

Dalam kunjungannya ke Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise mengatakan kondisi wilayah yang kepulauan, menjadikan urusan pemenuhan hak anak di Kab.Manggarai Barat cukup kompleks. 

Di samping itu, menurutnya, kultur sosial budaya masyarakat, membuat banyak orangtua belum peka terhadap pemenuhan hak anak. 

 "Peran pemimpin, tokoh masyarakat dan tokoh adat ini penting sebagai roda penggerak bagi perubahan persepsi masyarakat perlu di upayakan agar peduli terhadap hak-hak anak," kata Yohana, kepada VIVA di Labuan Bajo NTT. 

Sebagai langkah strategis meningkatkan pemenuhan hak anak di Kab.Manggarai Barat, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melakukan Kampanye "Bersama Lindungi Anak "(BERLIAN) di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

Melalui gerakan BERLIAN, pihaknya berupaya menggandeng seluruh stakeholder di Kab.Manggarai Barat agar semakin banyak masyarakat yang sadar tentang pentingnya keluarga dan masyarakat dalam melindungi anak.

"Memenuhi hak anak dan menghapus segala bentuk diskriminasi dan kekerasan pada anak, dapat membantu anak tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi optimal di masa depan sebagai penerus bangsa. Selamatkan satu anak,maka masa depan Bangsa Indonesia terselamatkan," kata dia.