Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 5 Desember 2017 | 15:38 WIB
  • Memuji Anak Tak Selalu Berdampak Baik

  • Oleh
    • Alika Noor
Memuji Anak Tak Selalu Berdampak Baik
Photo :
  • Pixabay
Ilutrasi memuji anak

VIVA – Cara interaksi dan komunikasi orang tua pada anak menimbulkan memori yang mendalam dan abadi. Namun, tak sedikit orang tua melakukan kesalahan dalam pola pengasuhan. Misalnya saat melontarkan pujian pada anak.  

Banyak orang tua beranggapan bahwa pujian itu baik karena meningkatkan kepercayaan diri anak, yang pada gilirannya mendukung kesuksesan anak. Namun, semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa memuji anak karena kemampuan mereka menghancurkan hasrat untuk terus belajar, dan merobohkan kemampuan anak dalam menghadapi kegagalan.  
 
Penjelasan tersebut diungkap oleh laman Pshychology Today pada Juni 2017. Untuk memahami bagaimana pujian dapat menimbulkan konsekuensi negatif pada anak, Anda perlu menyimak karya Carol Dweck. Seorang psikolog sosial dari Stanford University.  
 
Dweck telah menghabiskan sebagian besar karier risetnya untuk mempelajari pola pikir. Dia menemukan bahwa ada dua pola pikir mendasar yang memengaruhi cara seseorang melihat dunia, yakni pola pikir tetap dan pola pikir yang dapat berubah.  

Pola pikir tetap merujuk pada kualitas seseorang, seperti kecerdasan dan kemampuan atletik, adalah bawaan lahir dan tidak dapat diubah. Sedangkan pola pikir pertumbuhan mengacu pada kualitas seseorang dapat dimunculkan melalui metode tertentu, serta bimbingan orang lain.  
 
Dari penelitian yang dikembangkan Dweck, ia mengungkapkan bahwa memberi pujian pada anak adalah ide yang buruk. Lantas, apa yang harus dilakukan?  
 
Ternyata Dweck mengatakan bahwa orang tua perlu memuji proses yang dilalui anak sehingga membuat ia sukses. Misalnya dengan mengatakan begini: “Papa tahu, kok, kamu sudah belajar dengan giat untuk dapat nilai A di ujian Bahasa Inggris. Nah, sekarang kamu lihat, hasilnya memuaskan.”  Atau, “Wah, lukisan kamu bagus. Mama suka cara kamu bereksperimen dengan warna-warna yang berbeda.”  
 
Tak peduli anak sukses atau gagal, orang tua seharusnya tetap memuji proses atau usaha mereka. Karena dengannya anak menerima motivasi dan stimulasi untuk terus belajar dan tumbuh.