Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 8 Desember 2017 | 17:45 WIB
  • Orang Tua Perokok, Waspada Punya Anak Bertubuh Pendek

  • Oleh
    • Lutfi Dwi Puji Astuti,
    • Diza Liane Sahputri
Orang Tua Perokok, Waspada Punya Anak Bertubuh Pendek
Photo :
  • Pixabay/CarolinaP
Ilustrasi kaki anak.

VIVA – Stunting merupakan kondisi anak yang alami kekurangan gizi dan berdampak pada gangguan tumbuh kembangnya. Stunting tidak disebabkan hanya karena satu faktor, namun minimnya pengetahuan orang tua disinyalir memiliki peran yang cukup kuat jadi penyebab stunting pada anak.

Anak dikatakan mengalami stunting jika mengalami gagal tumbuh, gagal berkembang, dan gangguan metabolisme. Dari indikator itu, data stunting di tahun 2016 mencakup 21 persen.

"Data 2016 yaitu 21 persen dan menurun di tahun 2017 sebesar 20 persen. Turunnya sedikit sekali. Dari penelitian yang ada, 20 persen anak stunting karena orang tuanya perokok," ujar Direktur Gizi Masyarakat dari Kementerian Kesehatan, Ir. Doddy Izwardy, MA, dalam Konferensi Indonesia Bergizi 2017 di Slipi Jakarta, Jumat 8 Desember 2017.

Dilanjutkan Doddy, orang tua yang merokok disinyalir membuat asupan gizi cenderung buruk sejak dalam kandungan. Dalam hal ini, kesiapan orangtua turut dikhawatirkan dalam membentuk gizi baik pada anak.

"Selain itu, setelah anak lahir, pola asuh ibu harus dipersiapkan dalam memberi makan anak yang baik dan benar. Orang tua harusnya mendukung dan membujuk anaknya saat mereka tidak mau makan, karena itu adalah keputusan dan tanggung jawab orang tua," ucap pakar gizi dari UI, Ir. Ahmad Syafiq, M.Sc., Ph.D di tempat yang sama.

Pola makan yang baik, lanjut Syafiq, merupakan hal yang dibutuhkan oleh anak sejak usia dini. Untuk itu, ia menyarankan para orangtua untuk menyiapkan bekal pengetahuan terkait asupan yang dikonsumsi si kecil.

"Usahakan kenalkan anak pada ragam jenis makanan, rasa dan tekstur sejak dini agar mereka bisa mengembangkan preferensi terhadap makanan yang lebih luas. Hal ini untuk menghindari anak menjadi picky eaters, yang memicu kekurangan makanan sehingga anak jadi rentan infeksi, kemudian stunting mengintai." (ren)