Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 13 Juli 2017 | 11:20 WIB
  • Destinasi Wisata Ini Mendenda Turis yang Berpesta

  • Oleh
    • Daurina Lestari,
    • Isra Berlian
Destinasi Wisata Ini Mendenda Turis yang Berpesta
Photo :
Pulau Hvar di Kroasia

VIVA.co.id – Seorang wali kota sebuah pulau yang terkenal dengan kehidupan pestanya, berusaha untuk mengubah citra pulaunya. Wali kota terpilih Pulau Hvar di Kroasia, Rikardo Novak, akan menerapkan denda untuk mengubah kebiasan wisatawan yang suka melakukan pesta di wilayahnya.

Dilansir dari laman Nine, Kamis 13 Juli 2017, Rikardo berjanji untuk mengakhiri kegiatan pesta pora yang dilakukan oleh wisatawan muda, serta memperbaiki tingkah laku mereka dengan menerapkan denda besar.

Sebuah plang besar bertuliskan "Simpan Uang Anda dan Nikmatilah Hvar" telah dipasang pada pintu masuk ke pusat kota. Media lokal pun menyebutkan bahwa dalam plang itu juga dituliskan secara rinci jenis pelanggaran dan denda yang didapat atas pelanggaran tersebut.

Jika wisatawan melakukan perbuatan makan, minum, dan tidur di tempat umum akan didenda US$1.094, atau setara dengan Rp14,2 Juta. Denda ini merupakan denda tertinggi di sini.

Terkait perbuatan yang tidak diinginkan lainnya, termasuk dengan kegiatan wisatawan berkeliling dengan mengenakan pakaian renang bisa didenda sebesar US$899, atau setara dengan Rp11,6 Juta. Sedangkan untuk wisatawan yang tidak mengenakan kaos di tempat umum, akan didenda sebesar US$749, atau setara dengan Rp9,7 Juta.

Rikardo sebelumnya berjanji akan "membuat layak" pulau terpopuler di Kroasia itu dengan mengatur perilaku turis muda, ketika berkunjung ke sini. Dia sangat kesal dengan para turis yang mengotori kotanya.

"Mereka muntah, buang air kecil di setiap sudut kota, berjalan tanpa mengenakan pakaian, tidak sadarkan diri. Wisatawan muda dipersilakan, tetapi mereka harus belajar bagaimana berperilaku di sini," ucapnya kepada media setempat.

Reaksinya ini juga dipicu oleh artikel dalam tabloid Inggris, yang menggambarkan tujuan pulaunya sebagai "tempat Sodom dan Gomora."

Kebiasaan buruk para turis juga dikeluhkan oleh wali kota lainnya. Bulan lalu, Wali Kota Novalja, yang terletak di pulau utara Pag, juga mengeluhkan turis muda Inggris, yang mengunjungi kotanya. Wali Kota Novalja, Ante Dabo, memperingatkan bahwa dirinya menentang "tindakan kasar, telanjang, dan mabuk" yang sering dilakukan para turis.  

Seperti Hvar, Novalja dalam beberapa tahun terakhir telah dikenal sebagai tujuan pesta musim panas bagi wisatawan muda Eropa.

Pariwisata adalah industri utama bagi Kroasia, di mana pengunjung berduyun-duyun ke pantai Adriatik yang menakjubkan, dengan lebih dari 1.000 pulau dan pulau kecil. Tahun lalu, negara Balkan telah dikunjungi hampir oleh 16 juta wisatawan, angka ini jauh melampaui jumlah penduduknya yang 4,2 juta. (asp)