Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 8 Agustus 2017 | 12:19 WIB
  • Menguak Jejak Agatha Christie di Reruntuhan Kota Nimrud

  • Oleh
    • Daurina Lestari,
    • Isra Berlian
Menguak Jejak Agatha Christie di Reruntuhan Kota Nimrud
Photo :
  • Reuters/Khalid Al-Mousily
Seorang warga lokal menunjuk lokasi rumah tempat Agatha Christie dulu tinggal

VIVA.co.id – Agatha Cristie, merupakan salah satu penulis novel kriminal terkenal asal Inggris. Dahulu Agatha pernah tinggal di kota kuno Irak, Nimrud, namun kini kota itu tinggal kenangan.

Kota Nimrud hancur karena perang yang mendera negara Irak. Rumah bata, di mana Agatha pernah tinggal di Nimrud, ikut runtuh. 
 
Lokasi tempat rumah itu kini menjadi salah satu destinasi wisatawan untuk menyusuri kehidupan Agatha, salah satu penulis novel paling laris di dunia. Rumah ini selain menjadi tempat tinggal Agatha bersama sang suami, dan tempat inspirasi novel-novelnya.   
 
Dikutip dari Reuters, Selasa, 8 Agustus 2017, Agatha pertama kali datang ke Irak pada tahun 1932 atau sebelum Irak merdeka dari penjajahan Inggris. Ia kemudian tinggal dan menikah dengan seorang arkeolog di sana 50 tahun lalu.
 
Penulis novel detektif Miss Marple dan Hercule Poirot ini pun menceritakan bagaimana indahnya kota Nimrud. Kota Nimrud dekat dengan Sungai Tigris dan sebuah gundukan tanah Acropolis dengan sebuah batu besar Assyrian yang tertancap di tanah.
 
"Sangat pemandangan spektakuler, damai, romantis dengan masa lalu," tulis Agatha.
 
Namun, deskripsi itu berbeda dengan masa sekarang. ISIS menyerang kota ini dengan menggunakan buldozer, jackhammers, dan dinamit tiga tahun lalu sebagai bagian dari serangan umum mereka terhadap warisan budaya Irak.
 
Namun, nama legendris Agatha Christie masih tetap hidup di sana. Warga setempat mengetahui nama Agatha Christie, meski tidak tahu dia siapa.
 
Sejarawan Ibrahim Khalil Al- Allaf, saat diwawancarai Reuters di Mosul, menceritakan tentang Agatha Christie dan suaminya. Minat Agatha terhadap arkeologi terbukti dalam bukunya yang berjudul Death on the Nile dan Pembunuhan di Mesopotamia, dan dia mulai menulis otobiografinya di Nimrud.
 
Seorang pria lokal, yang telah mengerjakan penggalian di Nimrud sejak tahun 1996, biasa menunjukkan kepada wisatawan lokasi rumah Agatha Christie.
 
"Ini kamar Agatha Christie," katanya sambil berdiri di atas tanah gundukan sambil menunjuk di tepi gundukan itu.
 
"Sekarang tidak ada yang tersisa," ucapnya.