Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 8 Agustus 2017 | 17:49 WIB
  • Momen Langka, Bebas Berswafoto di Kapal Perang RI

  • Oleh
    • Tasya Paramitha,
    • Dwi Royanto (Semarang)
Momen Langka, Bebas Berswafoto di Kapal Perang RI
Photo :
  • VIVA.co.id/Dwi Royanto
Masyarakat berbondong-bondong berfoto di kapal perang.

VIVA.co.id – Ratusan warga Kota Semarang, Jawa Tengah, begitu antusias melihat empat kapal perang Indonesia dan Thailand di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Keempat kapal perang tersebut bersandar di pelabuhan setempat pada Selasa, 8 Agustus 2017.

Empat kapal perang itu masing-masing adalah KRI Diponegoro-365 dan KRI Sultan Hasanudin-366 serta dua kapal perang Thailand HTMS Khirirat PF 6 serta HTMS Sukhothai PSGM 422. Empat kapal perang tersebut menjadi atraksi wisata tersendiri yang diburu warga.

Bersandarnya kapal andalan angkatan laut kedua negara di Dermaga Samudra Tanjung Emas tak lain untuk kegiatan Open Ship, di mana masyarakat diberikan kesempatan menaiki dan melihat lebih dekat kapal-kapal perang itu secara gratis.

Menurut Wakil Komandan Perwira Pelaksana KRI Sultan Hasanudin, Mayor Ludfi, empat kapal perang itu datang usai latihan perang bersama di perairan Pulau Jawa. Latihan itu digelar sejak sepekan lalu.

"Tujuannya Open Ship untuk masyarakat. Sebelum Semarang kita lakukan di Surabaya. Kita di Semarang sampai Jumat,” ujar Ludfi di Semarang, Selasa, 8 Agustus 2017.

Ludfi menyebut, ada sejumlah latihan perang yang digelar RI dan Thailand di Laut Jawa. Mulai dari latihan manuver, SAR, penembakan, latihan komunikasi pakai bendera dan lampu isyarat hingga simulasi perang.

"Jadi finalnya kapal perang ini merapat di Tanjung Emas. Selain Open Ship, kita juga lakukan acara evaluasi, penutupan dan ketemu pejabat Semarang, seperti Wali Kota dan Danlanal,” kata dia.

Khusus dua kapal perang milik Indonesia, lanjut Ludfi, telah banyak digunakan dalam berbagai misi penting angkatan laut. Mulai dua kali ikut misi PBB di Lebanon pada 2008-2011. Lalu kunjungan dan patroli laut kelas internasional serta kerap bertugas mengejar perompak pencuri ikan di perairan Indonesia.

Selama dibuka untuk masyarakat, empat kapal perang yang memiliki kecanggihan masing-masing itu boleh dipakai warga untuk swafoto. Hanya saja, ada bagian-bagian khusus yang tetap dilarang, seperti bagian komunikasi serta pusat kendali operasi (CIC).

"Takutnya kalau masyarakat ambil foto di sana bisa disebar melalui media sosial. Itu rahasia, makanya kita larang, " ujarnya.

Dari pantauan VIVA.co.id, sejak pagi tadi kapal perang itu terus dibanjiri pengunjung. Warga didominasi anak-anak yang berangkat dari sekolah masing-masing. Membludaknya pengunjung juga membuat antrean panjang di bagian tangga menuju dek kapal.

Haniatun Umarah, salah satu guru TK Aisiyah Bustanul Athfal 42 Semarang, mengaku, siswanya begitu antusias merasakan langsung naik di kapal perang milik Indonesia dan Thailand itu.

"Ini saya bawa 97 anak-anak. Alhamdulillah semua tidak ada yang tersesat dan hilang. Petugas dan TNI-nya juga ramah-ramah,” ujar dia.

Menurutnya, kegiatan itu bisa menjadi pembelajaran secara langsung anak-anak tentang kapal perang.

"Anak-anak juga bisa ketemu TNI AL dan bisa memotivasi siswa. Jadi pelajaran tidak hanya lewat cerita dan gambar. Tapi langsung melihat kapal perang dan ruang-ruangan perang, serta kemudi dan nakhoda," ujar warga asal Pedurungan itu. (one)