Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 11 Agustus 2017 | 11:51 WIB
  • Menginap di Istana Bak Keluarga Kerajaan

  • Oleh
    • Daurina Lestari,
    • Isra Berlian
Menginap di Istana Bak Keluarga Kerajaan
Photo :
Istana Umaid Bhawan di Kota Jodhpur, India.

VIVA.co.id – Kehidupan keluarga kerajaan di seluruh dunia pasti akan menyita perhatian masyarakat dunia. Rakyat jelata berharap, bisa dapat tinggal dan mengetahui bagaimana keseharian keluarga kerajaan ketika berada di Istana mereka, dan merasakan tinggal di Istana layaknya dalam dongeng-dongeng.

Sangatlah tidak mungkin bagi masyarakat biasa untuk bisa tinggal di Istana. Tetapi, hal  tersebut tidak berlaku di India.

Wisatawan yang berkunjung ke India, dapat mengunjungi Istana Umaid Bhawan di Kota Jodhpur, India. Istana ini sendiri dapat dibuka bagi masyarakat umum setelah 1971, saat keuangan daerah tersebut yang tidak dapat memberikan tunjangan kepada keluarga kerajaan.

Akhirnya, Gaj Singh, cucu dari Maharaja Umaid Singh dari dinasti Marawar-Rathore mengambil keputusan untuk membuka sebagian Istananya sebagai hotel dan mengubah benteng menjadi sebuah museum, menginvestasikan keuntungan untuk melestarikan barang-barang antik Jodhpur.

Hotel ini pun akhirnya pada 1971 dapat dinikmati oleh masyarakat umum melalui amandemen konstitusi yang memberikan hak yang sama kepada warga negara, dan hak-hak istimewa keluarga kerajaan dihapuskan. Hotel ini pun sekarang terbuka untuk umum, tempat ini juga berfungsi sebagai lokasi pernikahan dan lokasi syuting film.

Pada 2005, kepengurusan hotel ini diambil oleh Taj Group dengan 64 kamar. Dirancang oleh arsitek Inggris Henry Vaughan Lanchester, Istana ini menampilkan unsur-unsur gaya yang populer di Eropa dan Amerika pada era 1930-an dan 1940-an, yang dikombinasikan dengan nuansa tradisional India.

Hotel ini juga memiliki penjaga Istana dengan kumis klasik Jodhpuri. Di sekeliling halaman, Anda akan menemukan burung merak berkeliaran di daerah itu. Dengan irama ala Rajasthani di latar belakang, Anda bisa melihat sekilas rasa aristokratik, melalui perabotan daun emas, cermin berukir, lantai marmer, dan dinding yang dihiasi dengan lukisan dinding dan kulit macan tutul.

Di sisi lain, arsitektur ruangan ini juga memiliki pilar, patung dan kubah raksasa di tengah yang diukir seluas 30 meter menggunakan emas. Untuk tinggal di sini, wisatawan harus membayar uang berkisar antara US$500 sampai ke atas dari US$12.000, atau Rp6,5 juta hingga Rp156 juta ke atas per malam.

Apa yang telah dilakukan oleh Taj Group  tidak hanya membantu maharaja mengelola kepemilikan real estatenya, namun juga telah menghasilkan lapangan kerja bagi ribuan penduduk setempat.

Meskipun kehilangan status resmi mereka, Singh masih mempertahankan aura kerajaan mereka, dengan cara diimbangi keyakinan penduduk Jodhpur, yang masih percaya bahwa mereka adalah penguasa mereka. (asp)