Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 11 September 2017 | 15:47 WIB
  • Jembatan Biru, Wisata Kekinian di Rawa Pening

  • Oleh
    • Daurina Lestari,
    • Dwi Royanto (Semarang)
Jembatan Biru, Wisata Kekinian di Rawa Pening
Photo :
  • VIVA.co.id/Dwi Royanto
Jembatan Biru di Desa Sumurup, Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang

VIVA.co.id – Pesona Danau Rawa Pening di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah memang menjadi destinasi yang tak ada matinya untuk dijelajah. Selain Goa Rong, serta kawasan Bukit Cinta, masih ada beberapa lokasi menarik lain untuk mengeksplorasi danau panorama tersebut.

Salah satu spot pandang Rawa Pening yang kini nge-hits adalah Jembatan Biru, Sumurup. Jembatan ini terletak di kecamatan Tuntang, kabupaten Semarang.

Jembatan sepanjang 70 meter itu berada persis di atas rawa-rawa. Lokasi ini bahkan menjadi tempat favorit berburu menikmati sunrise di tengah indahnya siluet Gunung Ungaran, Merbabu dan Gunung Telomoyo.

VIVA co.id baru-baru ini sengaja mengeksplorasi kawasan jembatan panoramik tersebut. Untuk masuk di kawasan ini sama sekali tak dipungut biaya alias gratis.

Pengunjung hanya dikenakan biaya parkir Rp2 ribu. Alasan lokasi ini gratis, karena sejak awal jembatan ini bukan diperuntukkan sebagai destinasi wisata.

Akses Menuju lokasi ini pun cukup mudah. Bila Anda dari Semarang, setelah keluar dari pintu Tol Bawen, tinggal ambil kiri ke arah Kota Salatiga. Setelah melewati jembatan Tuntang, cukup putar arah saja dan masuk ke sebuah gang kampung menuju Desa Sumurup sejauh 200 meter. Jarak dari pintu Tol Bawen sekitar 10 menit atau empat kilometer.

Menurut Antok, salah seorang juru parkir kawasan itu, jembatan Biru dulunya hanyalah pagar kokoh dari beton yang berfungsi untuk menghalau eceng gondok. Tujuannya agar tanaman yang banyak tumbuh di kawasan danau itu tidak masuk ke sungai yang mengalir ke pembangkit listrik di Tuntang.

"Tapi seiring sejarahnya banyak pengunjung yang datang ke sini untuk berfoto. Nah, sejak saat itu jadi ngehits dan jadi wisata, " ujar dia.

Penamaan jembatan Biru sendiri, lanjut dia, karena secara fisik jembatan memang berwarna biru. Uniknya, pada sisi lantai, jembatan ini berbahan keramik, lengkap dengan pagar besi pembatas.

"Selain jembatan utama, ada juga sub jembatan yang bentuknya cekung atau setengah lingkaran. Itu jadi favorit pengunjung," kata Antok.

Warung Apung

Setelah berjalan menyusuri jembatan biru, pengunjung akan dimanjakan dengan beberapa warung apung. Warung-warung apung dengan lantai bambu itu pun menjadi sensasi sendiri menikmati keindahan danau Rawa Pening. Pengunjung juga bebas bermain air, mendekat ke spot khusus swafoto, serta bisa memanfaatkan fasilitas naik perahu dengan jasa Rp15 ribu.

Semakin sore, kawasan Jembatan Biru justru semakin ramai dikunjungi. Pengunjung  bahkan harus rela mengantre foto di tengah jembatan penghubung yang melengkung untuk mendokumentasikan hasil jepretan berlatar matahari terbit Rawa Pening.

Jika beruntung, pengunjung di Jembatan Biru bisa mendapatkan momen lewatnya kereta wisata uap yang berada di ketinggian danau. Kereta uap khusus wisata itu berjalan dari Museum Kereta Api Ambarawa menuju Stasiun Tuntang.

Jembatan Biru di Desa Sumurup, Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang

 

(ren)