Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 17 September 2017 | 17:32 WIB
  • Payung Warna-warni di Solo Laris Jadi Spot Keren Swafoto

  • Oleh
    • Finalia Kodrati,
    • Fajar Sodiq (Solo)
Payung Warna-warni di Solo Laris Jadi Spot Keren Swafoto
Photo :
  • VIVA.co.id/Fajar Sodiq
Festival payung di Solo

VIVA.co.id – Dalam waktu tiga hari ini, sejak Jumat hingga Minggu, warga Solo ataupun para turis memiliki kesempatan untuk melampiaskan hasrat eksis di media sosial. Festival Payung Indonesia menjadi spot keren ajang swafoto yang Instagramable. 

Festival Payung kali ini berbeda dengan sebelumnya. Jika sebelumnya memilih Balaikambang, kini ajang ini menggunakan tempat ikonik yang bersejarah di kota Solo, Puro Mangkunegaran. Hamparan rumput luas berpadu dengan siluet bangunan bersejarah, menjadikan Festival Payung kali ini lebih asyik dinikmati. 

Melangkahkan kaki di lapangan Artelerie Kavalerie, pengunjung sudah disajikan warna-warni payung yang ditata sedemikian rupa menjadi seni instalasi. Berpadu dengan bambu-bambu, instalasi ini menjadi spot penting untuk berfoto. 

Masuk ke pendapa, wisatawan bakal lebih dimanjakan mata. Beragam jenis payung ada. Mulai dari payung lukis dari beberapa daerah di Nusantara, belum lagi payung rajut, payung dari kain Bali, kain jumputan dan kain lurik. 

Tak salah jika para pengunjung tak pernah lepas dengan ponsel pintar dan kamera yang dibawa. Hampir semua spot di festival kali ini layak menjadi tempat keren untuk swafoto. Bahkan turis-turis juga tak mau ketinggalan untuk swafoto. 

Heru Prasetya, inisiator Festival Payung Indonesia, mengungkapkan tema acara yang digelar rutin sejak 2014 ini adalah Sepayung Indonesia. Acara ni sengaja dipindahkan ke Puro Mangkungeran. Alasannya tempat ini menjadi salah satu ikon Solo. "Mangkunegaran adalah tempat bersejarah, " ucap dia. 

Dalam perhelatan kali ini, ada hasil kreasi seniman di beberapa daerah di Indonesia sebanyak 500 payung. Payung itu dilukis oleh 29 pelukis di Nusantara. Jumlah itu masih ditambah dengan 127 payung rajut dari berbagai wilayah di Nusantara. 

"Ada payung tradisi dari Thailand, Kendal, Klaten, Malang, Tasikmalaya, Sawahlunto, Gianyar dan Banyumas," ujar Heru, Sabtu, 17 September 2017. 

Festival Payung Indonesia bukan hanya mengekspose instalasi foto dan ragam payung dari beberapa daerah  tetapi juga memaparkan tentang edukasi payung. Festival payung menyajikan  workshop tentang payung dan fashion show

"Sebagai pamungkasnya pada Minggu, 17 September ada penampilan tari dari enam maestro tari. Ada Dariah (Banyumas), Ayu Bulantrisna Djelantik (Bali), Rusini (Solo), Didik Nini Thowok (Yogya), Retno Maruti (Jakarta) dan Hj Munasiah Daeng Jinne (Makassar)," ujar Heru. 

Kepala Dinas Pariwisata Solo, Anggoro Hexa, mengatakan bahwa acara ini menambah keragaman destinasi wisata di Indonesia. "Harapannya, Festival Payung menyedot banyak animo warga," ungkap dia.

Deputi Bidang Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata RI, Esthi Rekoastuti, menjelaskan festival ini bisa menjadi kesempatan Solo untuk menggali potensi wisata. "Semoga event ini lebih baik lagi, bukan hanya skala nasional tetapi internasional," ujarnya penuh harap. (one)